oleh

Soal Potongan Video Jamuan Makan Siang Gubernur di Tual, Renwarin : Ada Upaya Mempolitisasi Situasi

-Maluku-444 views

AMBON, MARINYO.COM– Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku, Drs. Titus F.L. Renwarin, M.Si akhirnya angkat bicara menyikapi polimik  potongan video saat jamuan makan siang setelah prosesi adat pengukuhan Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn) Drs. Murad Ismail sebagai Badingil Mas yang lagi marak dibicarakan di Media Sosial (Medsos).

Dalam keterangan persnya Renwarin, mengakui bahwa benar dalam video itu, para raja duduk makan di atas karpet dan Bapak Gubernur beserta rombongan dikursi dan meja bundar namun hal ini tidak berarti suatu penghinaan atau tidak menghargai raja-raja.

Pasalnya, penataan ruang di rumah raja, di satu sisi ada tempat untuk prosesi adat hanya karpet sebagai pengalas lantai dan disisi lain ada tempat yang disediakan meja dan kursi untuk para tamu. Dengan demikian, setelah prosesi adat
dilanjutkan makan siang bersama.

Dan pada saat jamuan makan siang,
para raja memilih mengambil makan siang dan duduk kembali ditempat prosesi adat, sedangkan tamu lainnya termasuk Gubernur mengambil posisi duduk di meja yang tersedia.

” Jadi sebetulnya tidak ada yang aneh karena masing-masing makan siang dengan mengambil tempat yang ada.

Dalam keadaan seperti ini sebetulnya mereka ( para raja) tidak berada dalam posisi hina atau dilecehkan, semua makan siang dengan senang
(enjoy). Masalahnya sebetulnya pada orang yang memplintir kondisi dimaksud,” ujar Renwarin.

Renwarin menilai bahwa kejadian ini sengaja dipolitisasi bahkan termasuk ada upaya  memprovokasi masyarakat bahwa seakan-akan penghinaan terhadap para raja. Padahal kondisi yang ada tidak demikian.

Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tidak ikut memperkeruh keadaan.

“Bapak Gubernur sangat menghargai dan menghormati para raja dan adat istiadat yang berlaku di Maluku sebagai Negeri Raja-Raja
khususnya Tanah Kei, sehingga beliau bersedia menerima pengukuhan gelar adat Badingil Mas karena ini merupakan suatu kepercayaan dari raja-raja dan masyarakat Kei kepada beliau,” tandas Renwarin. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed