oleh

Plt Direktur RSUD Haulussy Tegaskan Instalasi Gizi Tak Lumpuh, Pelayanan Pasien Tetap Normal

-Maluku-863 views

AMBON, MARINYO.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Haulussy, dr. Novita E. Nikijuluw, membantah keras pemberitaan yang menyebutkan pelayanan rumah sakit, khususnya pada Instalasi Gizi, nyaris lumpuh total akibat kekurangan tenaga.

Menurut dr. Novita, pelayanan gizi kepada pasien RSUD Haulussy hingga saat ini tetap berjalan normal dan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.

“Instalasi gizi melayani pasien lima kali sehari, mulai dari makan pagi, snack pagi, makan siang, snack sore (khusus kelas I), hingga makan malam. Pelayanan ini berjalan setiap hari tanpa terhenti,” kata dr. Novita kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (20/01/2026).

Ia menjelaskan, saat ini Instalasi Gizi RSUD Haulussy didukung oleh 39 tenaga kerja, termasuk 21 tenaga ahli gizi yang terdiri dari Kepala Instalasi, tenaga subdivisi, serta petugas yang ditempatkan langsung di ruang perawatan.

“Khusus rawat inap, ada sembilan tenaga ahli gizi yang diposkan di berbagai ruangan untuk melakukan penilaian dan asuhan gizi pasien sesuai arahan dokter penanggung jawab,” jelasnya.

Dr. Novita juga meluruskan informasi mengenai tenaga pendukung. Ia menegaskan bahwa Instalasi Gizi memiliki tiga tenaga pengantar makanan yang bekerja dengan sistem shift. Selain itu, tersedia pula tenaga pencuci peralatan, pramusaji, serta delapan tenaga masak yang dibagi dalam dua shift, masing-masing empat orang, dengan jam kerja 12 jam per shift.

“Jadi informasi yang menyebutkan tidak adanya tenaga pengantar makanan, pencuci peralatan, pramusaji, maupun tenaga masak sama sekali tidak sesuai fakta di lapangan,” tegasnya.

Terkait tudingan keterlambatan dan ketidaklayakan penyajian makanan, pihak manajemen RSUD Haulussy memastikan bahwa seluruh proses penyajian telah terstandarisasi, baik dari sisi menu, sarana pendukung, hingga alur pelayanan, serta dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Instalasi Gizi.

Meski demikian, manajemen rumah sakit mengaku tetap terbuka terhadap kritik, evaluasi, dan perbaikan layanan. Namun, dr. Novita meminta agar setiap informasi yang disampaikan ke publik didasarkan pada data dan kondisi riil di lapangan agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Sebelumnya, RSUD Haulussy Ambon diberitakan berada pada titik terendah pelayanan dan dinilai semakin memprihatinkan. Bahkan, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, sempat diminta untuk mencopot Plt Direktur RSUD Haulussy dari jabatannya. Buruknya pelayanan tersebut disebut-sebut terutama terjadi di Instalasi Gizi yang diklaim nyaris lumpuh total akibat minimnya tenaga pendukung. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed