AMBON, MARINYO.COM- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, secara resmi melantik kepengurusan baru Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS se-Indonesia, termasuk Provinsi Maluku, dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VI yang digelar secara nasional melalui Zoom Meeting, Minggu (24/8/2025).
Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam transisi kepemimpinan partai dari periode 2020–2025 menuju periode baru 2025–2030. Muswil VI merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan partai di tingkat wilayah dan menjadi sarana konsolidasi menyeluruh PKS dalam menyongsong agenda politik nasional ke depan.
Di Maluku, prosesi pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas dilakukan secara langsung di Hotel Santika Premiere Ambon, dipimpin oleh Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PKS Maluku, Abdullah Asis Sangkala. Dalam prosesi tersebut, seluruh jajaran pengurus lama Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Maluku dinyatakan demisioner, dan kepengurusan baru resmi dikukuhkan.
Ketua DPW PKS Maluku periode 2025–2030, Fachri Husni Alkatiri, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Muswil. Dalam sambutannya, Fachri menegaskan komitmen PKS Maluku untuk semakin kuat dan solid dalam mengawal kepentingan rakyat.
“Muswil ke-6 ini menjadi awal dari kerja-kerja besar ke depan. Kami sudah umumkan struktur baru, dan insya Allah, dalam minggu pertama bulan September akan digelar Musda serentak di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, termasuk di Maluku,” ujar Fachri.
Ia juga mengungkapkan bahwa PKS menargetkan peningkatan signifikan dalam perolehan kursi legislatif dan kepemimpinan daerah pada Pemilu mendatang. Fachri optimistis, PKS mampu meraih kursi di setiap daerah pemilihan (dapil) di Maluku.
“Selama ini capaian tertinggi PKS adalah enam kursi, dan sempat turun ke lima hingga empat kursi. Target kami ke depan, satu kursi di setiap dapil. Jika ada tujuh dapil, maka targetnya tujuh kursi. Untuk kepala daerah, kami juga berharap ada peningkatan 100 persen: dua bupati dan sejumlah wakil kepala daerah dari PKS,” jelasnya.
Pelantikan ini mengusung semangat “Kokoh Bersama Majukan Maluku untuk Indonesia”, yang mencerminkan tekad PKS untuk menjadi kekuatan politik yang konstruktif, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
PKS menegaskan, konsolidasi struktural ini bukan sekadar pergantian nama dan jabatan, tetapi langkah strategis dalam memperkuat mesin partai guna menjawab tantangan politik di masa depan. Dalam waktu dekat, PKS juga akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas), Mukernas, dan penyusunan rencana kerja wilayah.
Dengan semangat baru, PKS Maluku siap berperan lebih besar dalam pembangunan daerah serta turut menguatkan kontribusi Maluku untuk kemajuan Indonesia.(***)











Komentar