AMBON, MARINYO.COM– “Stunting memiliki potensi sebagai ancaman dalam memujudkan generasi yang berkualitas dalam mendukung sasaran pembangunan suatu negara, maka upaya kita semua adalah melakukan pencegahan,” demikian kata Duta Parenting Provinsi Maluku, Ny Widya Pratiwi Murad dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-29 tahun 2022 dengan tema “Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting”, di gedung Islamic Center, Senin (25/7/2022).
Dikatakan, keluarga adalah sumber yang selalu menghidupkan, memelihara, memantapkan serta mengarahkan kita dan juga keluarga merupakan sumber kebahagiaan, keceriaan serta pusat kasih sayang yang selalu menopang kita.
Keluarga lanjut Widya, memiliki peran yang sangat penting untuk melindungi seluruh anggotanya, sebab keberadaan dan peran setiap anggota keluarga akan menjadi lingkungan utama sumber kekuatan untuk membangun suatu daerah.
“ Seperti yang kita ketahui Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami kekuarangan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan bukan hanya pertumbuhan secara fisik maupun otan mereka,” ujar Widya.
Dirinya berharap, momentum peringatan Harganas ke-29 tahun 2022 dapat menguatkan kembali peran keluarga dalam pencegahan stunting di Provinsi Maluku.
Sementara itu Sekretaris Daerah Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si saat membuka secara resmi Peringatan Harganas ke- 29 tahun 2022 mengatakan, sebagai institusi terkecil dalam masyarakat, keluarga adalah fondasi awal pembentukan karakter bangsa.
Olehnya itu momentum Peringatan Harganas ke-29 menjadi ajang sosialisasi dan optimalisasi fungsi keluarga untuk membantu percepatan penurunan Stunting.
Dijelaskan, perkembangan penanganan Stunting di Maluku dalam 3 tahun terakhir menunjukkan trend yang menurun, dimana pada Tahun 2018 prevelensi Stunting di Maluku sebesar 34,02 % turun menjadi 30,9 % untuk tahun 2019, dan di Tahun 2021 turun menjadi 28,7.
“Kesempatan ini kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Duta Parenting Stunting Maluku dan jajarannya yang telah bekerja keras dan semangat yang tidak pernah lelah dalam melakukan langkah-langkah penanganan Stunting di Provinsi Maluku dengan slogan “ Mari Katong Potong Pele Stunting”, ungkap Sadali.
Dengan Demikian, pencegahan atau penanganan Stunting di Maluku bukan menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi dibutuhkan sinergitas para pihak untuk bersama melakukan upaya pencegahan stunting di Maluku.
“Saya berharap kepada seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota, bangunlah komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan para pihak untuk melakukan langkah-langkah strategis/preventif dalam penangan stunting di wilayah masing-masing”, jelasnya. (DAS)











Komentar