oleh

Widya Ismail Datangi Dua Lokus Stunting di Tanimbar

-Maluku-869 views

TANIMBAR, MARINYO. COM- Istri Gubernur Maluku Widya Pratiwi Murad Ismail, mendatangi lokasi stunting di Kecamatan Tanimbar Utara Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Sabtu (6/3/2021).

Lokasi yang didatangi Duta Perangi Stunting (Parenting) yaitu Desa Ritabel dan Desa Lelingluan merupakan desa stunting.

Untuk mencapai kedua desa, Widya yang didampingi Enang Parenting Joice Fatlolon dan sejumlah pimpinan OPD terkait lingkup Pemprov Maluku harus melintasi darat kurang lebih 3,5 jam untuk tiba di Desa Ritabel. Perjalanan kemudian dioanjutkan ke desa Lelingluan menggunakan katintin (motor tempel) kurang lebih 10 menit.

“Jauh ataupun dekat wilayahnya bukan menjadi alasan kita untuk tidak melihat kondisi anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Sebagai Duta Parenting, sebagai istri Gubernur dan ibunya anak-anak Maluku, saya merasa bertanggungjawab untuk terus berupaya memerangi stunting guna mewujudkan anak-anak kita yang cerdas, pintar, sehat, sehingga menjadi generasi yang unggul, dan berdaya saing,” ungkap Widya.

Saat mengunjungi langsung posyandu anak-anak balita dan ibu hamil, pada kesempatan itu dimanfaatkan Widya untuk memberikan edukasi bagi ibu hamil dan orang tua balita.

Menurutnya, penyebab stunting atau gagal tumbuh dari anak disebabkan oleh kebiasaan pola makan dan pola asuh orang tua. Sehingga untuk memberantas masalah stunting, maka hal tersebut harus dimulai dari diri sendiri ďan keluarga, dengan mencukupi asupan gizi seimbang pada 1.000 hari pertama kehidupan yakni, sejak hamil hingga anak berusia 2 tahun.

“Jika masalah gizinya tidak segera ditangani dengan baik, maka anak tersebut dapat mengalami stunting,” jelas Widya.

Ketua TP PKK Provinsi Maluku ini menjelaskan, stunting, bukan hanya masalah postur anak yang pendek saja, akan tetapi sangat berkaitan dengan kecerdasan anak dan daya saing anak di masa depan.
Apalagi, saat ini, pemerintah tengah fokus memberikan perhatian terhadap SDM Indonesia sejak dari dalam kandungan sampai masa emas. Sebab, dengan menyiapkan SDM yang unggul, maka cita-cita Indonesia menjadi negara maju dapat benar-benar terwujud.

“Ibu-ibu mau kan anak-anaknya pintar, cerdas, bisa menjadi dokter, PNS. Untuk itu, mulai sekarang perbaiki pola makan dan pola asuh anak dengan mengkonsumsi makanan bergizi, untuk mempercepat berbagai upaya dalam memerangi stunting,” ajak Widya.

Ia pun mengajak para orang tua ini, untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam untuk bahan makanan.

Selain asupan gizi bagi anak, Widya juga menekankan para ibu yang mempunyai balita agar rajin mengantar anak ke posyandu setiap bulan untuk memantau tumbuh kembang anak, dan memperoleh
imunisasi dasar lengkap.

Kepada ibu hamil, Widya juga berharap agar rajin memeriksakan kandungan ke dokter atau posyandu, minimal 4 kali selama kehamilan.

“Setelah melahirkan, ibu minta harus memberikan Air Susu Ibu (ASI) minimal 6 kepada bayi. Kenapa harus 6 bulan? Karena ASI yang diminum oleh bayi kita sebagai antibody tubuh dalam memberikan perlindungan anak terhindar dari serangan penyakit. Jadi, ASI ekslusif selama 6 bulan wajib. Tidak ada alasan,” tegasnya.

Tak hanya itu, ibu hamil disarankan untuk selalu mengkonsmsi makanan bergizi.

“Siapa yang tidak mau anaknya pintar. Semua orang tua pasti inginkan anaknya pintar, cerdas, jadi kebanggan keluarga, kebanggaan di desa. Untuk itu mulai sekarang konsumsi makanan sehat dan bergizi,” ujarnya.

Selain masalah gizi, ia juga menghimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah dan lingkungan sekitar. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed