oleh

Kenali Ikan layaran (Istiophorus albicans) Dan Gizinya Oleh : Vonda Milca N Lalopua Program Studi THP FPIK Universitas Pattimura

-Pendidikan-2.116 views

Potensi sumber daya ikan pelagis di Kota ambon didominasi oleh ikan tuna (Thunnus albacore), ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), ikan tenggiri (Scomberomorus sp), ikan layaran (Istiophorus albicans) dan ikan lemadang (Coryphaena hippurus), yang dikonsumsi oleh masyarakat Kota Ambon dalam bentuk segar maupun olahan.

Ikan merupakan bahan pangan yang memiliki sumber yang kaya akan senyawa nutrisi sebagai sumber protein dan lemak. Ikan layaran (Istiophorus albicans) termasuk ikan pedang atau setuhuk dan sering muncul dipermukaan dengan sirip punggung yang dikembangkan.

Habitat ikan layaran adalah dipermukaan laut (pelagis) dan (epipelagis) diatas lapisan termoklin. Ikan layaran memiliki panjang dapat mencapai 300 cm, badan memanjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kehitaman.

Kepala ikan layaran berbentuk kerucut dengan paruh panjang, disebut  sebagai ikan perenang cepat. Sirip punggung ikan layaran memiliki 20 jari-jari keras yang membentuk seperti layar berwarna kebiruan.

 Ikan layaran  mengandung kadar protein tinggi, sebesar 25, 76 %, kadar lemak 0,10 % dan kadar abu 3,16 %. Kandungan asam amino esensial pada ikan layaran didominasi oleh lisin sebesar (6,15 g/100 g)  dan leusin sebesar  (5,18 g/100 g). Asam amino lisin sangat esensial bagi manusia dan kebutuhan lisin rata- rata perhari adalah (1,0 – 1,5 g).

Lisin berperan sebagai bahan dasar antibodi darah, untuk memperkuat sistem sirkulasi, mempertahankan pertumbuhan sel normal dan  menurunkan triglisrida darah.

Kekurangan lisin menyebabkan mudah lelah, sulit konsentrasi, rambut rontok, anemia, pertumbuhan terhambat dan kelainan reproduksi. Sedangkan asam amino leusin bekerja untuk menurunkan kadar gula darah, dapat memacu fungsi otak, menambah tingkat energi otot dan baik bagi penyembuhan tulang.

Kebutuhan tubuh akan leusin  menurut FAO/WHO sebesar 0,93 %. Kualitas protein ikan layaran  sebesar 1,6  berdasarkan nilai Rasio Efisiensi Protein yang di prediksi ( P- PER), adalah lebih tinggi dari ikan tuna sebesar 1,62, maupun ikan tenggiri sebesar 1,52 dan ikan cakalang 1,33.

Kualitas protein yang diukur berdasarkan nilai P-PER, dihitung berdasarkan komposisi asam amino yang diserap tubuh pada waktu di makan. Kandungan asam lemak omega 3 (DHA) pada ikan layaran sebesar 11,72 % sedangkan asam lemak EPA sebesar 2,19 %. Asam lemak omega 3, DHA dan EPA, sangat dominan kandungannya dalam tubuh ikan dan esensial bagi kesehatan.
 
Sumber :
FAO/WHO/UNU. 1985. Energy and Protein Requirement. Report of a Joint FAO?WHO?UNU. Expert Consultation Word Health Organization Technical Report Series 724. WHO, Geneva, Switzerland.
Mauresy,  Y.  2017. Profil Nutrisi beberapa Jenis Ikan Pelagis Besar Di Kota Ambon. Tesis Program Studi Ilmu Kelautan, Program Pasca Sarjana.  Universitas Pattimura.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed