oleh

Semarak Hari Kebaya Nasional, PIM Maluku Siapkan Parade Kebaya Cole

-Daerah-42 views

AMBON, MARINYO.COM– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Maluku akan menggelar Parade Kebaya Maluku dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Kebaya Cole sebagai warisan budaya perempuan Maluku.

Ketua Panitia Pengukuhan dan Rakerda DPD PIM Maluku, Dr. Alwiyah Fadlun Alyadrus, S.H., M.H., mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk turut memeriahkan perayaan tersebut dengan mengenakan Kebaya Cole bersama keluarga.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk datang bersama keluarga, mengenakan Kebaya Cole, dan menjadi bagian dari gerakan melestarikan budaya daerah,” ujar Alwiyah, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, parade ini menjadi bukti nyata bahwa Kebaya Cole tetap hidup, dicintai, dan menjadi kebanggaan perempuan Maluku. Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik yang akan diundi bagi masyarakat yang hadir.

Alwiyah menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai organisasi perempuan di Kota Ambon, instansi pemerintah, perusahaan swasta, serta sejumlah mitra yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Sampai bertemu pada peringatan Hari Kebaya Nasional 24 Juli 2026. Mari Katong Berkebaya, Kebaya Cole Warisan Budaya Perempuan Maluku,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD PIM Provinsi Maluku, Ir. Rimaniar Julindra, S.T., M.Sos., IPP, menegaskan bahwa PIM terus mengajak berbagai elemen masyarakat untuk membudayakan penggunaan Kebaya Cole dalam berbagai aktivitas sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.

Menurut Rimaniar, budaya hanya akan tetap hidup jika terus dikenakan, diperkenalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, pelestarian Kebaya Cole tidak boleh berhenti sebagai simbol semata, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, organisasi perempuan, hingga pemerintah.

Ia berharap Kebaya Cole tidak hanya dikenal di Maluku, tetapi juga semakin mendapat pengakuan di tingkat nasional sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang lahir dari perempuan Maluku.

Rimaniar yang juga merupakan anggota DPRD Maluku mengajak seluruh perempuan di Maluku menjadikan Hari Kebaya Nasional sebagai momentum untuk semakin mencintai budaya sendiri.

“Sesuai tema kita, ‘Mari Katong Berkebaya: Kebaya Cole, Warisan Budaya Perempuan Maluku’, mari kita jaga, lestarikan, dan wariskan Kebaya Cole kepada generasi mendatang,” tutupnya.(***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed