oleh

Ini Pesan Sekda Pada Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator

-Maluku-750 views

AMBON, MARINYO.COM- Sekretaris Daerah Provinsi maluku Kasrul Selang, Kamis (4/3/2021) membuka pelatihan kepemimpinan administrator Angkatan I di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Maybrat, yang dipusatkan di Balai Diklat Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku.

Turut hadir dalam acara Kepala BKPSDM Provinsi Maluku, sejumlah Pimpinan OPD Lingkup Provinsi Maluku, Kepala BKPSDM Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Barat Daya, Kepulauan Sula, dan Kabupaten Maybrat.

Di dalam arahannya Sekda mengatakan, untuk dapat mewujudkan kinerja organisasi yang memuaskan, diperlukan perubahan organisasi yang bersifat strategis, di tengah persaingan yang bersifat lokal, regional, serta global.

Organisasi yang ingin meningkatkan produktivitas dan efektivitasnya, kata Sekda, pada akhirnya menghadapi berbagai masalah yang timbul di masa depan, sehingga memerlukan cara berpikir dan bertindak yang kreatif, fleksibel, dan inovatif.

Dikatakan, sebagai pejabat administrator dan/atau calon pejabat administrator harus memiliki tiga ciri utama sebagai pemimpin perubahan, yakni :
pertama, mindset seorang pemimpin perubahan tentunya meiliki mindset continius improvment (senantiasa berpikir berusaha untuk terus menerus melakukan upaya perbaikan) disegala bidang, termasuk dalam organisasi yang dia pimpin, dan perubahan tersebut dilakukan secara terus menerus.

Kedua, mencari solusi, pemimpin perubahan pada umumnya sangat fokus pada solusi, jika menghadapi berbagai persoalan bukan terfokus pada mencari kambing hitam, atau siapa yang bisa disalahkan.

Ketiga, behaviour (perilaku), seorang pemimpin hebat tentunya harus mampu menjaga perilakunya.

Menurutnya, pemimpin sejati tentunya harus senantiasa lebih mengutamakan penemuan solusi.

Ia menambahkan, pada hakikatnya keberadaan suatu organisasi pemerintah untuk mencapai tujuan yang harus di deskripsikan dengan jelas sehingga menjadi tolok ukur keberhasilan atau kegagalan dalam proses pencapaiannya.

“Mengawali pencapaian tujuan tersebut, maka menjadi tugas pemimpin organisasi, yang diwujudkan dalam suatu manajemen kinerja,” jelasnya.

Masih kata Sekda, untuk dapat menampilkan kinerja organisasi yang memuaskan, diperlukan perubahan oganisasi yang bersifat strategis. Cara kerja organisasi yang masih menganut asas “seperti sedia kala” tidak lagi memadai di saat ini dan di masa yang akan datang, di tengah persaingan yang bersifat lokal, domestik dan regional serta global.

“Organisasi yang ingin meningkatkan produktivitas dan efektivitasnya, pada akhirnya menghadapi berbagai masalah yang timbul di masa depan, sehingga memerlukan cara berpikir dan bertindak yang inovatif,” ujarnya.

Inovasi sebut Sekda dapat menyangkut penciptaan produk baru (baik dalam arti barang atau jasa), struktur baru, hubungan baru dan bahkan juga kultur baru. Singkatnya, “ciri utama organisasi masa depan, ialah fleksibilitas, kreativitas dan inovasi,” paparnya. (DAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed