AMBON, MARINYO.COM- Sekretaris Komisi I DPRD Maluku, Michele Tasane menilai bahwa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Provinsi) Maluku lebih cenderung suka menghadiri acara-acara yang sifatnya serimonial dari pada menghadiri rapat di DPRD yang membahas masalah kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan Tasane ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, politisi muda ini mencontohkan rapat yang digelar Komisi I dengan enam Pimpinan OPD, Kamis (26/1/2023) untuk membahas Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi 27 tenaga guru pada Sekolah Pertanian Passo yang hingga kini belum terbayarkan sejak Juli 2022 lalu tak satupun pimpinan OPD yang hadir, mereka hanya mengutus stafnya saja.
“Tentunya kita kecewa, karena masalah ini lan sudah lama sehingga perlu diselesaikan secepatnya. Mestinya diprioritaskan, karena ini menyangkut nasib 27 guru dengan tunjangan yang tidak dibayarkan. Ini harus diperhatikan,” tegas dia.
Dirinya menilai bahwa pimpinan OPD lebih condong mengikuti kegiatan yang sifatnya serimonial. ‘Memang itu kegiatan penting juga buat generasi penerus, tetapi itu juga hanya acara biasa. Kita harus mengutamakan kesejahteraan para guru, yang mana guru-guru kita terkadang tidak diperhatikannhak-haknya,” ujar dia kesal. (DAS)








Komentar