oleh

Gubernur Canangkan Percepatan Penurunan Kemiskinan Ekstrim & Stunting di Buru

-Maluku-574 views

BURU, MARINYO.COM– Gubernur Maluku, Murad Ismail, Minggu (7/5/2023) melakukan pencanangan Percepatan Penurunan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting serta Pekan Imunisasi Dunia di Kabupaten Buru.

Gubernur dalam sambutannya mengapreseasi kerja Pemerintah Kabupaten Buru dan jajaran yang telah bekerja untuk mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem melalui penanganan gerakan sikat habis kemiskinan ekstrem di Bumi Bupolo.

“Penghargaan juga saya sampaikan kepada Duta Perangi Stunting Provinsi Maluku dan Kabupaten Buru yang telah bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya penurunan angka balita stunting di daerah ini,” ujarnya.

Gubernur juga, mengapresiasi  Bupati Buru, perangkat dan jajarannya serta pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten ini agar jangan berhenti disini, namun secara berkesinambungan dan terus menerus mewujudkan program Presiden di tahun 2024 angka stunting se-Indonesia bisa turun menjadi 14% bisa tercapai berkat dorongan semua pihak di daerah-daerah.

“Untuk angka stunting di Buru mengalami penurunan dari tahun 2021 yakni 31,7% dan di tahun 2022 menjadi 23,3% pada tahun 2022, Sebagai Gubernur Maluku, saya memberikan apresiasi kepada pejabat di daerah apabila semua penanganan stunting dan kemiskinan bisa ditangani dengan baik,” tegas Murad.

Terkait Pekan Imunisasi Dunia, Murad juga berharap kegiatan kni dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pentingnya imunisasi guna pencegahan terhadap timbulnya penyakit.

Penjabat Bupati Buru, Jalaludin Salampessy melaporkan jumlah keluarga miskin ekstrem dari 10.522 keluarga mengalami penurunan menjadi 3.645 keluarga.

“Mulai Tahun 2023 kita akan melakukan Sikat Habis Kemiskinan Ekstrem dengan 3 strategi yaitu ; mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan meminimalkan kantong-kantong kemiskinan,” jelasnya.

Selain itu, bertepatan dengan  Pekan Imunisasi Dunia, Salampessy mengatakan untuk Kabupaten Buru akan dilaksanakan pekan imunisasi pada 150 posyandu di 82 desa.

Sementara itu, Duta Stunting Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail mengatakan, pada  tahun 2019 stunting di Provinsi Maluku ada pada angka 34,1%, sehingga sulit untuk  kedepan bisa mempersiapkan anak-anak Maluku menjadi generasi muda yang cerdas, pintar dan bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Selaku Duta Parenting, Widya mengatakan bahwa, dirinya peduli dan memperhatikan kondisi anak-anak ataupun ibu yang ada di Maluku, yang terlihat dengan kunjungannya pada lokus stunting di 11 kabupaten kota.

“Stunting harus dicegah karena mengancam anak-anak kita, yang menyebabkan IQ anak di bwah rata-rata, sehingga nanti anak anak kita kasihan karena tidak bisa bersaing di masa-masa yang akan datang,” ungkap Widya

Pada kesempatan itu juga turut diserahkan bantuan Paket Makanan Tambahan bagi Balita Stunting, Paket Bantuan untuk Balita Stunting, Dokumen Administrasi Kependudukan berupa Akte Kelahiran dan Kartu Identitas Anak, Paket Antropometri, 5 Paket anakan pala, Bantuan Langsung Tunai untuk 2 desa, bantuan Program Keluarga Harapan kepada Kecamatan Airbuaya sebanyak 695 orang, Peduli Maluku 100 paket sembako, Bantuan emergency 50 paket, dan bantuan 10.000 standing pouch produk ekonomi kreatif dan pariwisata di Kabupaten Buru. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed