AMBON, MARINYO.COM-Gubernur Maluku, Murad Ismail, akhirnya angkat bicara soal tudingan Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Maluku, yang menyebut dirinya dan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, merupakan kepemimpinan terburuk yang pernah memimpin daerah Ini.
Orang nomor satu didaerah ini balik menyerang Partai Golkar dengan sebutan gagal “paham”.
“Apa yang dikatakan Partai Golkar bahwa saya dan Pak Orno Gubernur dan Wakil Gubernur terburuk sepanjang sejarah itu mereka gagal paham,” kata Murad yang juga Ketua DPD PDIP Maluku kepada wartawan, usai menyerahkan 2.000 paket Sembako kepada kader dan simpatisan PDIP, Kamis (22/12/2021).
Seperti diketahui, Fraksi Partai Golkar dalam kata akhir fraksi terkait RAPBD 2022 menyebut Murad yang akrab disapa MI bersama Orno Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, kepemimpinannya terpuruk sepanjang sejarah karena dana transfer untuk Maluku berkurang dari Rp 3.308 trilyun lebih menjadi Rp 2. 869 trilyun lebih.
“Mereka gagal paham karena transfer untuk Maluku. Dulu sebenarnya, dana dari pusat transfer ke kita kemudian kita transfer ke daerah-daerah. Sekarang itu langsung transfer ke daerah. Jadi memang sebenarnya tidak berkurang malah
bertambah,” ujar dia.
Namun, mantan Kapolda Maluku ini memahami kritikan Partai Golkar melalui fraksinya di DPRD Provinsi Maluku.
“Tapi sudahlah biasa. Mereka “gagal paham”. Mereka justeru mempertontonkan mereka punya kepiawaian. Mereka tidak baca situasi,”sebutnya.
Kendati begitu, dia mengingatkan, alokasi dana dikurangi bukan hanya 34 Provinsi, namun lembaga negara sekelas MPR RI juga ikut dikurangi. ” Bukan saja dana kita dikurangi MPR RI saja am dikurangi. Semua daerah transfer ke daerah dikurangi,” pungkasnya. (DAS)











Komentar