oleh

Widya Gembira Prevalensi Stunting Menurun di Aru

-Maluku-913 views

DOBO, MARINYO.COM– Duta Perangi Stunting (Parenting) Provinsi Maluku, Ny Widya Pratiwi Murad mengaku gembira  karena prevalensi stunting menurun di Kabupaten Kepulauan Aru, dari 39 persen pada tahun 2019 menjadi 35,8 persen di tahun 2021.

Penurunan ini juga tentunya, memberikan kontribusi terhadap penurunan stunting di Maluku. Dimana data riset dan survey Kementerian Kesehatan, sejak tahun 2018 prevalensi stunting Maluku secara konsisten menurun, dari 34% menjadi 28,7% pada tahun 2021.

Hal ini disampaikan Widya saat memberikan arahan dalam Rapat Kordinasi dan Monitoring Evaluasi (Monev) Percepatan Penurunan Stunting yang di selenggarakan di Aula BPKAD, Kota Dobo, Kabupaten Aru, Selasa (26/7/2022).

Dikatakan, untuk dapat menurunkan prevalensi stunting, maka pemerintah telah menetapkan target-target indikator intervensi spesifik dan sensitive yang harus dicapai.

“Jika seluruh intervensi spesifik seperti, ASI Eksklusif, imunisasi, semua remaja dan ibu hamil minum tablet tambah darah pemberian makanan tambahan, baik kepada ibu hamil maupun balita dapat mencakup seluruh sasaran dan dengan intervensi yang lengkap, maka stunting akan turun dengan cepat,” jelas dia.

Pada kesempatan itu, Widya juga menjelaskan, persoalan stunting di Kabupaten Kepulauan Aru, bukan terletak pada tidak adanya program, tetapi lebih kepada pelaksanaan program yang tidak terkoordinasikan dan tidak konvergen.

Untuk itu, dibutuhkan strategi yang tepat dan penajaman kegiatan untuk menjamin pelaksanaan percepatan penurunan stunting berlangsung dengan baik.

“Saya juga berharap kegiatan Monev percepatan penurunan stunting dapat memberikan umpan balik bagi kebutuhan program, sehingga semua percepatan penurunan stunting akan menuju kepada titik yang sama atau konvergen,” tandas Widya.

Di kesempatan itu, Duta Parenting, Widya Pratiwi Murad juga menyerahkan sejumlah bantuan, diantaranya kepada PAUD Terpadu Penabur, Kec. PP Aru, PAUD Terpadu Sumbet Kasih Desa Marbali dan PAUD KB Goyar Mizpa Kelurahan Siwalima, masing-masing sebesar Rp.7,5 juta yang berasal dari Biro Kesra Setda Maluku.

Selain itu, bantuan timbangan bayi digital dan bantuan bagi 2  BumDes masing-masing sebesar Rp20 juta dari Dinas Pemdes Provinsi Maluku.
Bantuan paket peralatan olahan sagu yang berasal dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku. Bantuan kepada 2 orang perwakilan perempuan kepala keluarga dan penyintas kekerasan dari Dinas PPPA Provinsi Maluku. Bantuan peralatan pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal jagung w paket kepada 2 dasawisma yang berasal dari Dinas Pertanian Provmal. Bantuan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil dari Dinas Kesehatan Provmal.(***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed