oleh

Sebut Febry Tetelepta Calgub, Tutuhatunewa Sebut Golkar Terlalu Euforia

-Politik-843 views

AMBON, MARINYO.COM- Keberanian Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Ramly I. Umasugi untuk mengumumkan enam calon gubernur (Calgub) dalam forum Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar Maluku beberapa waktu, yang didalamnya nama Febry Calvin Tetelepta juga disebut ternyata mendapat tanggapan dari Kader PDI Perjuangan Provinsi Maluku.

Kepada wartawan, Selasa (5/10/2021) di Ambon, Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD PDI Perjuangan Maluku, Robert Tutuhatunewa menilai bahwa apa yang disampaikan adalah wujud dari euforia dari Partai berlambang pohon beringin ini.

Tutuhatunewa bahkan menegaskan bahwa Febry Calvin Tetelepta adalah murni lader PDI Perjuangan hingga saat ini.

Olehnya dia mengingatkan publik untuk tifak berburuk sangka bahwa kehadiran Febry Tetelepta dalam forum Golkar kemudian beliau (Tetelepta) bagian dari Golkar.

“Tapi kehadiranya hanya sebagai Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, bukan sebagai bagian dari Golkar.
Sebagai kader potensial generasi muda saat ini, tidak ada salahnya kalau orang berebutan suadara Febry, untuk menjadi bagian dari proses politik di internal partai tapi ini kan hanya proses, yang bersangkutan sendiri adalah kader PDI Perjuangan yang sampai hari ini masih tetap kader PDI Perjuangan,” tegas Tutuhatunewa.

Masih kata dia, jika kemarin Febry Tetelepta hadir di kegiatan Golkar dalam memberikan pikiran di Rakerda Golkar, itu hadir dalam kapasitasnya sebagai Deputi I dan bukan sebagai Calgub yang diundang Golkar.

Menurut dia, kehadiran Febry Tetelepta sendiri dianggap penting dan dia merasa penting, karena dia sendiri merasa bertanggung jawab bagaimana memproses-proses percepatan proses pembangunan di Maluku dalam kedudukannya sebagai Deputi I.

Tutuhatunewa optimis, kendati nama Febry Tetelepta disebut sebagai Calgub dari Golkar dalam Rapimda, yang bersangkutan (Tetelepta) tidak mungkin akan hengkang ke Golkar.

“Soal dia mau hengkang ke Golkar itu sangat tidak mungkin, itu pernyataan yang salah kamar atau salah kaprah yang sengaja dimainkan Golkar,” ujar dia. (DAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed