oleh

Rahayaan Kecam Keras Aksi Tauran Pelajar Berujung Pembakaran Rumah di Hunuth: “Ini Murni Kriminal, Jangan Digiring ke SARA!”

-Berita-805 views

AMBON, MARINYO.COM – Mantan Penasehat Pribadi Ketua Umum PBNU yang juga tokoh masyarakat Maluku, Hamid Rahayaan, angkat bicara soal peristiwa tragis yang terjadi di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (19/8/2025). Dalam pernyataannya, ia mengutuk keras aksi tawuran antar pelajar yang berujung pada pembakaran sejumlah rumah warga, dan meminta aparat kepolisian bertindak cepat serta tegas.

“Kapolda Maluku harus mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku pembakaran. Ini tindakan kriminal, tidak bisa ada kompromi. Siapa pun pelakunya harus dicari dan ditindak,” tegas Rahayaan kepada media.

Ia juga menyatakan rasa keprihatinannya atas dampak yang ditanggung masyarakat sipil yang tak tahu menahu soal konflik tersebut.

“Saya mau katakan, orang lain yang berbuat, kenapa orang lain yang harus kena dampaknya? Orang Hunuth itu tidak tahu menahu, kenapa mereka harus jadi korban? Saya sangat menyesalkan hal itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Rahayaan menegaskan bahwa peristiwa di Hunuth dan Hitu tidak boleh ditarik ke isu SARA. Ia menyebut kejadian tersebut murni tindakan kriminal dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Jangan digiring ke masalah SARA. Ini murni kriminal. Aparat keamanan harus bertindak tegas agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti kinerja Polda Maluku dalam menangani sejumlah kasus penting, termasuk kasus dugaan penistaan agama yang diduga melibatkan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath.

“Misalnya soal dugaan penistaan agama, setelah menerima laporan, Polda harus segera memanggil saksi-saksi. Jangan dibiarkan begitu saja. Masyarakat memantau dan menunggu langkah konkret dari aparat,” kata Rahayaan.

Ia mengingatkan bahwa kecepatan dan ketegasan aparat hukum sangat penting untuk menjaga ketenangan publik dan menegakkan keadilan.

“Polda harus bergerak cepat agar publik tidak gelisah. Kita orang Maluku sudah tidak ingin hidup dalam konflik. Kita ingin hidup aman dan damai,” tutupnya. (das)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed