oleh

Pontoh Akui Kedisiplinan Masyarakat Taati Prokes Menurun

-Maluku-1.094 views

Ambon, Marinyo.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr Meykel Pontoh mengakui saat ini kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan (3M) semakin menurun.

Hal ini diakui Pontoh dalam rapat bersama Komisi IV DPRD Maluku.

Dijelaskan, di dalam Gugus Tugas yang telah berubah nama menjadi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, terdiri dari beberapa bidang, yaitu penuntutan hukum, bidang logistik, bidang pelayanan kesehatan, dan bidang perubahan perilaku.

Untuk hal ini, kata dia bidang yang paling berperan terkait hal itu, yaitu bidang perubahan perilaku.

Karena itu, stigma yang begini besar terkait tidak ada lagi penerapan 3 M di masyarakar, dikarenakan bidang perubahan perilaku tidak maksimal melaksanakan tugas.

“Ada penolakan dari masyarakat, karena bidang perubahan perilaku tidak maksimal,”ucapnya.

Pertanyaannya siapa yang ada di dalam ini, yaitu tokoh agama, tokoh masyarakat, termasuk pejabat pelayanan publik yang bisa merubah perilaku masyarakat percaya tidak terhadap covid-19

“Sekarang kalau sektor kesehatan, kalau masyatakat sudah menerima dan betul-betul ini adalah Covid-19 ada, orang kesehatan bekerja dengan mudah,”ucapnya.

Tetapi yang terjadi saat ini, ungkapnya semua tertumpuk ke kesehatan, bahkan dalam pemeriksaan BPK saja kesehatan, padahal di dalamnya ada sektor lain.

Hal lain yang turut mempengaruhi, yaitu Public Relation tidak menjalankan tugas dengan maksimal. Hal ini bukan hanya di kesehatan tetapi juga di satgas.

“Ketika hoax begitu banyak, kita ini ada dalam satuan tugas, bukan di klaster kesehatan. Satgas itu kumpulan dari OPD. Sekarang ini misalnya tingginya berita Hoa , siapa yang harus mengklarifokasi kesehayan bukan, satgas yang harus nengklarifikasi,”ungkapnya.

Ditanya apakah tidak ada koordinasi satgas provinsi dan kota Ambon, diakuinya koorfinasi tetap ada, namun semua ini kembali lagi ke masyarakat.

“Jadi tetap koordinasi ada, bagaimana satgas kota Ambon melakukan swiping besar besaran tetapi itulah ketika masyarakat melihat tempat swiping, baru menaikan masker menutupi mulut dan hidung, tetapi begitu lewat diturunkan lagi. Hal ini dikarenakan tingkat kesadaran masyarakat masih rendah,” jelas dia.

Pada prinsipnya, kata Pontoh pemerintah dan Satgas tidak berpangku tangan, tetapi bekerja semaksimal mungkin, sehingga pandemi Covid-19 bisa terselesaikan.

“Saya harapkan dukungan masyarakat membantu pemda dan satgas, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan tetap menerapkan 3M,”harapnya. (DAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed