oleh

Meski Diguyur Hujan, PDIP Maluku Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

-Politik-901 views

AMBON, MARINYO.COM- Kendati Kota Ambon di guyur hujan, tidak menyurutkan semangat dari kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Maluku untuk mengobarkan api semangat perjuangan Bung Karno dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun mengajak semua elemen bangsa untuk terus mengobarkan api perjuangan Bung Karno dalam tiap kehidupan berkebangsaan dan bernegara.

“Hari lahir Pancasila, 1 Juni diinstruksikan pada seluruh DPD dan DPC seluruh Indonesia untuk melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila secara serentak dan ini menjadi satu kewajiban partai tiap tahun. Karena kita menghargai Bung Karno sebagai salah satu penggali Pancasila dan penetapan ini sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 yang menetapkan tentang 1 Juni sebgai Hari Lahir Pancasila dan karena keputusan itulah kita harus melakukan peringatan hari lahir Pancasila. Dalam semangat itulah maka instruksi DPP untuk kita kepalkan tangan untuk persatuan Indonesia,” demikian kata Watubun kepada wartawan di sela-sela perayaan hari lahir Pancasila yang digelar PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Kamis (1/6/2023) yang dipusatkan di Rumah Dinas Ketua DPRD Maluku-Karpan.

Dikatakan, apa yang diinstruksikan DPP mengisyaratkan bahwa baik kader maupun simpatisan partai harus bersatu dan menghargai apa yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa secara khusus kepada Bung Karno.

Masih kata Ketua DPRD Provinsi Maluku ini, semangat persatuan yang ditanamkan adalah hal penting dalam menghadapi berbagai tantangan baik secara internal maupun eksternal dan itu satu-satunya bisa dilakukan dengan bergotong royong.

Gotong royong menurut bung Karno adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan saling membantu, amal untuk kepentingan bersama, keringat semua untuk kebahagiaan semua, holobis kuntul baris buat kepentingan bersama itulah gotong royong.

“Jadi kalau kita peras Pancasila menjadi satu saja maka disebut gotong royong. Karena dengan gotong royonglah kita mampu membangun peradaban kita, kita mampu membangun persatuan. Karena itu, kita patut berterima kasih kepada para pendiri bangsa ini, orang-orang yang telah meletakkan dasar bagi negara ini,” tandas Watubun berfilosofi.

Masih kata Watubun, nilai-nilai Pancasila ini harus mengalir ke partai. Karena partai sebagai salah satu kekuatan politik bangsa maka kita harus bergotong royong memenangkan hati rakyat, merebut kekuasaan, melakukan kensolidasi untuk menjembatani seluruh kepentingan rakyat.

Dirinya berharap peringatan hari Lahir Pancasila ini harus menginspirasi semua kader dan simpatisan PDI Perjuangan untuk mampu melakukan konsolidasi dalam diri, karena partai bersatu untuk memenangkan pemilihan presiden (Pilpres), memenangkan calon anggota DPR RI, memenangkan DPRD di provinsi maupun kabupaten.

“Kalau kita bersatu untuk mewujudkan kemenangan itu maka haluan negara ini kita tentukan dan meletakkan Pancasila sebagai dasar, penuntun bagi seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandas Watubun. (DAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed