Ambon, Marinyo.com- Kordinator Wilayah (Korwil) Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bapilu) DPP Partai Golkar Provinsi Maluku, Anos Yeremias menegaskan terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Partai Golkar sampai hari ini masih terus mencari ruang agar dapat berkoalisi dengan Partai Gerindra, dalam rangka mengusung calon Bupati di Kabupaten MBD.
Alasannya, hanya sederhana karena Partai Golkar ingin bagaimana memberikan pilihan kepada masyarakat dalam berdemokrasi.
“Kami tidak ingin masyarakat disuguhi kotak kosong, itu kemunduran. Karna ini era demokrasi, mengapa kita harus dorong pertarungan dengan kotak kosong,” tandas Anos kepada wartawan, Jumat (17/7/2020) di Baileo Rakyat-Karpan.
Menurut Anos, ketika melawan kotak kosong maka masyarakat tidak mungkin memilih kotak kosong karena tidak ada pilihan. Dengan begitu pasti banyak yang akan Golput, dan Golput bukan cara demokrasi yang baik.
Lebih lanjut kata putera MBD ini, Kabupaten MBD adalah daerah baru, untuk itu harus diberikan ruang.
Dirinya bahkan mempertanyakan alasan Bupati petahana yang memborong semua kendaraan politik yang ada.
“Sebenarnya ini ada apa sehingga semua partai politik di borong oleh petahana. Ya berarti ada ketakutan, dan saya anggap itu ada ketakutan,” tegas Anos.
Ditanya soal kemungkinan Golkar akan berkoalisi dengan Gerindra dalam Pilkada MBD? Anos katakan, kemungkinan tersebut bisa terjadi.
“Kami kan partai nasionalis, jadi masih ada kemungkinan kesitu,” ujar dia lagi, sembari menambahkan wacana kotak kosong bagi Golkar itu tidak penting.
Karena seharusnya rakyat diberikan pilihan, bukan soal kalah atau menang. Payung Golkar bukan soal menang atau kalah tetapi payung
Golkar adalah membiarkan rakyat untuk memilih pemimpinnya. (Mry-01)











Komentar