oleh

Gubernur : Polusi Sampah Ancaman Ekosistem Perairan

-Maluku-1.191 views

AMBON, MARINYO.COM- Gubernur Maluku Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail menghadiri secara langsung puncak perayaan hari Lingkungan Hidup yang diprakarsai oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku bertempat di Halaman Islamic Center Kelurahah Waihaong, Kota Ambon Selasa 11/07/2023.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc dalam sambutannya yang dibacakan langsung Oleh Gubernur Maluku mengatakan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan setiap tanggal 5 Juni dengan mengusung tema Solusi untuk Polusi Plastik, peringatan ini dimulai ketika Majelis Umum PBB tahun 1972 menetapkan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada saat Konferensi Stockholm.

Polusi plastik, kata Gubernur adalah ancaman nyata yang berdampak pada setiap komunitas di seluruh dunia. Diproyeksikan oleh UNEP bahwa pada Tahun 2040 akan terdapat 29 juta ton plastik masuk ke ekosistem perairan.

Melalui Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023, dirinya menyerukan semua stakeholders, untuk bersamasama menemukan dan memperjuangkan solusi untuk polusi plastik ini.

Perlu diketahui, sejarah mengukir terdapat 175 perwakilan dari Negara-Negara di dunia bertempat di Nairobi, Kenya telah terjadi pada sisi kelima United Nations Environment Assembly (UNEA-5.2) pada 2 Maret 2022, mereka menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan internasional untuk mengakhiri polusi plastik
Resolusi yang diadopsi tersebut disebut sebagai “Resolusi Polusi Plastik” (Plastic Pollution Resolution) dan secara spesifik membahas soal penanggulangan polusi plastik dalam satu siklus penuh, mulai dari sumbernya sampai ketika berakhir di laut. Diproyeksikan perumusan rancangan perjanjian global yang mengikat secara hukum dengan target rampung di akhir tahun 2024.

Untuk diketahui, Resolusi Plastik ini langkah besar dalam upaya dunia memerangi polusi plastik, mengingat semakin mengkhawatirkannya permasalahan plastik yang ikut berperan dalam tiga jenis krisis yang melanda planet kita: perubahan iklim, kehilangan biodiversitas, serta polusi.

Dengan ilmu pengetahuan dan solusi yang tersedia untuk mengatasi masalah ini, pemerintah, pelaku bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya harus meningkatkan dan mempercepat tindakan untuk mengatasi krisis ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs. Roy Siauta, M.Si mengatakan Penyelengaraan Hari Lingkungan Hiudp sedunia tahun 2023 di Provinsi Maluku dimulai dengan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya Cosatal Clean Up (Pembersihan pesisir pantai) dilakukan didua lokasi yakni dibawah Jembatan Merah Puti dan Negeri Rumatiga.
Dari hasil Cosatal Clean Up pada 2 lokasi tersebut pihaknya menjaring sampah hampir 4 Ton.

Perlu diketahui, rangkaian yang dilakukan selai dilakukan Cosatal Clean Up pihaknya juga melakukan sosialisasi yang ditujukan keppada masyarakat dan pelaku usaha yang berada di Kota Ambon.

Saat ini, lanjut Siauta, pihaknya sementara melakukan pemasangan alat little traps sampah buatan Clean rivers yang meruapakn Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Maluku dan salah satu NGO tersebut yang ditempatkan di Wae Batugantung dan Wae Batu Merah dan direncanakan besoak akan dipasankan di Wae Batugajah. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed