AMBON, MARINYO.COM- Gubernur Maluku, Murad Ismail meminta Penjabat Bupati Maluku Tengah (Malteng) dan juga Bupati/Walikota untuk mengawasi program pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat.
“Secara nasional kita diperhadapkan dengan Inflasi yang tinggi akibat kenaikan harga BBM yang diikuti dengan kenaikan barang. Saya harap Penjabat Bupati Malteng dan juga Bupati dan Walikota, awasi sungguh-sungguh program pemberian langsung tunai,” ujar Gubernur saat melantik DR Muhamat Marasabessy, ST, SP, MTech sebagai Penjabat Bupati Malteng.
Dikatakan, pembagian BLT diawali Presiden di Saumlaki, ibukota Kabupaten Kepulauan Tanimbar beberapa hari lalu. Pada kesempatan itu, Gubernur kembali menegaskan, kepastian kunjungan kerja Presiden di Aru dan MBD.
“Bapak Presiden. Beliau akan nginap di Kota Tual, besoknya Rabu (14/9/2022) hingga Kamis (15/9/2022). Setelah bergerak di Aru beliau kunjungi MBD. Mungkin setelah itu beliau kembali ke Tual dan kembali ke JaKarta,”terangnya.
Tak hanya disitu, orang pertama didaerah ini mengakui, dirinya baru saja ikuti video konferensi dengan Presiden.
“Ada empat poin beliau sampaikan kepada Bupati dan Walikota. Presiden mengatakan belanja tidak langsung bisa digunakan subsidi transportasi, Cabe dan bahan pokok lainya. Inflasi di Maluku 5,8 persen hari ini menjadi 6,7 persen. Cabe dan Bawang buat Inflasi tinggi di Indoensia,”terangnya.
Dia mengaku, Inflasi tinggi di Maluku, karena curah hujan tinggi beberapa bulan terakhir.”Saya sudah katakan kepada Pak Presiden. Cuaca ekstrim disertai curah hujan tinggi, sehingga petai Cabe dan Bawang gagal panen,”ujarnya.
Untuk itu, dia mengaku, beberapa hari lalu dilakukan operasi pasar untuk menjual sejumlah kebutuhan bahan pokok dibawah harga di 5 pasar tradisional. Saya juga berharap Bupati dan Walikota lakukan intervensi kendalikan Inflasi. Apalagi diKota Ambon dan Tual. Saya minta perhatian Wlaikota Ambon dan Walikota Tual,”harapnya.
Tak hanya disitu, dia menambahkan, di Maluku fiskal rendah, APBD kecil, dan juga konektivitas wilayah sangat susah.
“Konektivitas wilayah di Maluku susah. Sumatera dan Jawa ada tol dimana-mana. Begitupun Inflasi tinggi,”jelasnya.
Akibatnya, tambah dia. harga tiket Pesawat, sangat mahal. “Coba bayangkan tiket kelas ekonomi sampai Rp 5 juta. Saya sudah sampaikan ke Kementerian Perhubungan. Ada sampai tiket Batik Rp 13 juta,”pungkasnya.
Sekedar tahu, Marasabessy ditunjuk sebagai Pj Bupati Malteng, setelah Bupati dan Wakil Bupati Malteng, Tuasikal Abua-Marlatu Leleury, habis masa jabatan 8 September 2022 lalu. Penunjukan Pj Bupati Malteng, setelah seluruh kabupaten dan Kota serta Provinsi seluruh Indonesia mengikuti Pilkada serentak medio November 2024 mendatang. (***)











Komentar