oleh

Pemprov Maluku-Tasageoby Group Teken MoU

-Maluku-556 views

AMBON, MARINYO.COM – Pemerintah Provinsi Maluku Senin (21/11/2022), telah menandatangani nota kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU), dengan investor Tasageoby Group, yang bakal berinvestasi sebesar USD 250 juta atau setara dengan Rp3,7 triliun di daerah ini.

Penandatanganan MoU ini, digelar di Kantor Gubernur Maluku, antara Gubernur Maluku Murad Ismail dengan Chief Executive Officer (CEO) PT. Tasageoby Group Mr. Stuart Townley Janes.

Penandatanganan MoU dengan investor Tasgeoby Group ini, terutama terkait kerjasama penyediaan moda transportasi kapal terbang berteknologi Wing in Ground (WIG) Craft.

Kerjasama ini, menurut Gubernur Maluku Murad Ismail, merupakan hal yang sangat penting untuk mendorong peningkatan konektivitas transportasi di Maluku. Sebagai Provinsi Kepulauan dengan 1.340 pulau yang tersebar di 11 Kabupaten/Kota, maka tantangan ketersediaan transportasi yang handal, terjadwal dan durasi perjalanan yang singkat.

Sebagaimana diketahui, persoalan akses transportasi merupakan permasalahan yang sejak lama menghambat pelaksanaan pembangunan seperti pelayanan masyarakat, logistik maupun ekonomi biaya tinggi yang mengakibatkan daya saing daerah menjadi rendah.

Kerjasama dengan pihak Tasageoby ini dinilai Gubernur Maluku Murad Ismail, untuk pemanfaatan moda transportasi WIG Craft produksi pabrikan Aron Flying Ship Ltd. asal Korea Selatan ini.

Dengan dukungan Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Biro Pemerintahan, Biro Hukum dan OPD lainnya di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, diharapkan dapat mempersingkat waktu perjalanan pada berbagai daerah di Maluku, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pemajuan pariwisata, perdagangan, penanggulangan bencana maupun pelayanan kesehatan.

Pada tahap awal, terkait uji coba kapal terbang WIG ini, akan dibangun fasilitasi pelabuhan untuk operasional dengan fokus tahap awal pada lokasi di Ambon, Masohi, Seram Utara dan Banda, dan akan dikembangkan pada tahapan selanjutnya di kabupaten/kota lainnya di Maluku.

WIG Craft diharapkan dapat menjadi alternatif inovasi atas permasalahan transportasi di Maluku selama ini, dimana moda transportasi WIG Craft yang merupakan kombinasi moda transportasi udara dan laut, dapat beroperasi di seluruh wilayah Kepulauan Maluku dengan berbagai kondisi cuaca yang seringkali menghambat konektivitas tranportasi laut maupun udara.

Diharapkan dengan beroperasinya WIG Craft, hambatan konektivitas antar wilayah/ pulau di Maluku dapat teratasi sehingga dapat memberi kontribusi terhadap meningkatnya ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed