Ambon, Marinyo.com-Pandemi Covid-19 yang terjadi, ternyata berdampak juga bagi turunnya nilai tukar nelayan dan pembudidaya ikan.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, pada April 2020 nilai tukar nelayan sebesar 101,69 persen, dan di Mei 2020 turun menjadi 100,30 persen.
“Angka nilai tukar nelayan untuk pembudidaya sebenarnya kelihatan sekali kalau nilai tukar nelayan maupun pembudidaya sesuai data yang baru di rilis BPS bulan April 2020 sebesar 101,69 persen, dan di bulan Mei 2020 mengalami penurunan yakni 100, 30 persen. Itu artinya, nelayan mengalami dampak dari Covid-19, sama halnya dengan pembudidaya,” demikian penjelasab Kepala Bidang Perikanan Budidaya Pengolahan, Pemasaran Hasil Perikanan, DKP Provinsi Maluku, Roy Iwamony kepada wartawan di ruang kerjanya.
Hanya saja untuk sektor pembudidaya, kata Iwamony, Dinas Kelautan dan Perikanan cepat melakukan langkah intervensi, sehingga dapat mengantisipasi terjadinya penurunan.
“Beberapa waktu lalu, dinas sempat memberi pakan bagi pembudidaya ikan, selain itu kita juga bekerjasama dengan dua aplikasi online yakni aplikasi ‘pigi pasar’ dan ‘tukang sayur.go. Aplikasi ini khusus bagi pembudidaya agar dapat mendistribusikan hasil ikan yang tidak terserap di pasar, dan hasilnya cukup baik,” jelas dia.
Diakuinya, dengan adanya kerjasama dengan dua aplikasi ini pada April dan Mei 2020, pembelian cukup banyak termasuk menjelang Lebaran kemarin.
“Kegiatan-kegiatan ini berdampak kenaikkan nilai tukar pembudidaya sekitar 1,66 persen. Dimana, jika bulan April nilai tukar 97,27 persen, di bulan Mei naik menjadi 98, 89 persen,” tutur Iwamony menjelaskan. (Mry-01)











Komentar