oleh

KKT Juara Umum MTQ ke XXIX, Wattimury : Ini Contoh Toleransi Beragama

-Parlemen-878 views

SAUMLAKI, MARINYO.COM-Dengan status tuan rumah dan kontingen terbanyak, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXIX Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2022 di KKT.

KKT meraih juara umum setelah Kafilah asal daerah itu memenangkan 10 mata lomba dari sembilan cabang. Kota Tual, merai juara umum kedua setelah memenangkan tujuh mata lomba. Kota Ambon, juara ketiga setelah memenangkan lima mata lomba. Kepada juara umum pertama, diberikan piala dan bonus serta sertifikat. Sementara pemenang kedua dan ketika diberikan bonus dan sertifikat. Para kafilah yang meraih juara 1 mewakili Maluku pada MTQ Tingkat Nasional di Kalimantan Selatan, medio Oktober 2022 mendatang.

Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon mengatakan, pihaknya meraih juara umum MTQ karena mendatangkan pelatih dari luar Provinsi Maluku, melatih Kafila asal KKT.

“Memang kita siapkan Kafila kia selama 2 tahun. Nantinya, saya bawa piala ini keliling desa-desa Muslim di KKT. Ini janji saya kepada umat Islam di KKT,”kata Fatlolon.

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Maluku, DR Muhamat Marasabessy, ST, SP, M. Tech memberikan apresiasi kepada masyarakat KKT antisias mendukung pelaksanaan MTQ didaerah itu.

“Kepada masyarakat KKT yang saya cintai dan banggakan, saya beri penghargaan dan penghormatan karena partisipasi yang luar biasa,”kata Marasabessy.

Bentuk kehormatan kepada warga KKT, Kadis PUPR Provinsi Maluku itu, mengajak tamu undangan dan peserta MTQ berdiri memberikan aplaus kepada warga di daerah bertajuk “Duan Lolat.” Itu.

” Beta sangat bangga buat orang Tanimbar. Selaku Ketua LPTQ apresiasi dan terima kasih kepada Pemda KKT, panitia penyelenggara dan masyarakat di Kota Saumlaki, jadi tuan rumah,”terangnya.

Dengan penyambutan serta keramahan masyatakat KKT yang luar biasa menjadikan peserta MTQ merasa sedang berada di kampung halaman dan berada dirumah sendiri.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Maluku ini juga memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Maluku, Murad Ismail dan Ketua Dewan Pengarah LPTQ Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, atas perhatian dan dukungan yang begitu besar terhadap terselenggaranya MTQ di KKT.

PENUTUPAN MTQ
Sementara itu, pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXIX Tingkat Provinsi Maluku, Tahun 2022 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), resmi ditutup Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury,?mewakili Gubernur Maluku di lapangan Maldriak, Saumlaki, Kamis (24/3/2022).

”Kita tahu, selama kurang lebih 7 hari, yaitu sejak 18 Maret hingga 24 Maret 2022, para peserta MTQ, utusan dari setiap kabupaten dan kota, telah berkompetisi, dalam semangat persaudaraan dan kekeluargaan,”kata Wattimury, ketika menyampaikan sambutan.

Dikatakan, serangkaian agenda MTQ, yaitu membaca dan menulis Kaligrafi Al Quran, yang dirangkai dengan perhelatan seni dan budaya Islam, serta wisata religius yang diikuti oleh para peserta telah menyemarakan pelaksanaan MTQ ke XXIX di bumi “Duan Lolat.”

“Saya yakin, seyakinya-yakinnya, hakul yakin, para Kafila utusan 11 Kabupaten dan kota di Maluku dengan latar belakang adat, budaya dan tradisi yang berbeda, sudah banyak belajar serta saling mengenal satu sama yang lain. Bahkan, lebih dari itu sudah saling memperkenalkan budaya dari masing-masing daerah maupun saling membina persahabatan diantara sesama Kafila,”terangnya.

Bendahara DPD PDIP Provinsi Maluku ini mengatakan, pemerintah dan masyarakat Maluku, khususnya pemerintah daerah dan masyarakat KKT, harus berbangga.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Ambon ini menerangkan, keikutsertaan dan keterlibatan warga non Muslim, baik dalam panitia pelaksana, atau mendampingi Kafila MTQ dari Kabupaten dan kota, mulai dari pawai Taaruf, malam Taaruf, pelaksanaan lomba, Rakerda LPTQ hingga acara penutupan adalah contoh dan bukti bagi bangsa Indonesia.

Untuk itu, lanjut kandidat Walikota Ambon itu, pelaksanaan MTQ ke XXIX akan segera berakhir. “Kita semua patut bersyukur, sebab semua kegiatan telah berlangsung dengan aman, damai dan sukses. Kesuksesan ini terjadi, selain kerja keras pemerintah daerah dan masyarakat KKT serta panitia pelaksana, tetapi juga partisipasi dan keterlibatan semua pihak,”tegasnya.

Dia berharap, pelaksanaan MTQ ke XXIX dapat dijadikan acuan dan contoh bagi pelaksanaan MTQ di waktu mendatang.

Dia berharap, pelaksanaan MTQ nasional di Kalimantan Selatan, sukses yang sama harus diraih.

“Asah terus kemampuan saudara. Khusus kepada yang belum berhasil mendapat juara di MTQ kali ini yakinlah ini hanya tertunda saja. Teruslah kerja keras dan setia berlatih pasti sukses di waktu mendatang, ”ingatnya.

Apalagi, ingat kandidat Walikota Ambon itu, Pemerintah Provinsi
Maluku, senantiasa dan selalu mendukung serta memfasilitasu semua kegiatan keagamaan, baik itu MTQ, Pesparawi, dan Pesparani, Utara, Dharma Gita, dan Parisada Budha.

”Saya berkeyakinan, kita tidak hanya kuat karena pembangunan fisik. Tetapi juga pembangunan moral, mental, dan spiritual, akan menjadi kunci membangun bangsa Indonesia, membangun Provinsi Maluku, dan membangun masyarakat KKT, menuju kemakmuran bersama,” tandas dia.(***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed