oleh

Hibah Tanah Untuk Kampus UKIM, Febry Tetelepta Apreseasi Komitmen Masyarakat Desa Suli

-Berita-1.644 views

Ambon, Marinyo.com- Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP), Febry Calvin Tetelepta memberikan apreseasi luar biasa bagi masyarakat Desa Suli atas komitmen mereka menghibahkan 19 hektar lahan untuk pembangunan Kampus Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM).

“Kita mensyukuri untuk komitmen dari masyarakat Desa Suli atau Jemaat GPM Suli yang sudah memberikan tanah untuk kampus UKIM ini, dan pemberiannya sudah lama,” tandas Tetelepta kepada wartawan, Minggu (6/9/2020) usai menghadiri resepsi HUT ke-85 GPM dan peletakan batu pertama Kampus UKIM di Desa Suli.

Masih kata Tetelepta yang adalah ketua panitia pembangunan Kampus UKIM, bahwa apa yang diharapkan Ketua Sinode GPM untuk kampus UKIM bukan sekedar hanya hadir di Suli, tetapi kehadirannya bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Itu merupakan kebijakan afirmatif dari pimpinan Sinode bagi masyarakat Desa Suli untuk mereka dapat menyekolahkan anaknya di kampus UKIM. Dan sebagai ketua panitia saya juga bertanggungjawab menyelesaikan pembangunan ini secepat mungkin sesuai dengan waktu yang ditentukan tim,” tandas Tetelepta.

Dikatakan, panitia pembangunan akan bekerja secara maksimal untuk penyelesaian kampus karena ini menyangkut pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) Maluku.

Disadari bahwa kedepannya ini banyak tantangan pembangunan, banyak peluang pembangunan di Maluku dan itu harus dijawab dengan SDM orang Maluku sendiri.

“Kita tidak boleh menjadi penonton di daerah kita sendiri apalagi kita merasa merantau di daerah kita sendiri, dan salah satu langkah Kedepan adalah meningkatkan kualitas SDM,” tandas Tetelepta, sembari menegaskan bahwa satu- satunya jalan yang paling utama adalah mempersiapkan lembaga pendidikan secara baik, termasuk peningkatan kualitas.

Ini yang kemudian menjadi tantangan untuk Maluku bangkit dan mengelola potensi sumber daya alam serta sumber kekayaan alam yang ada sehingga lebih baik lagi.

Oleh karena itu, proses pendidikan di Maluku harus lebih baik dan pengelolaan SDMnua juga harus baik, sehingga bisa menyelesaikan berbagai tantangan pelayanan dan pembangunan kedepan dengan baik pula. (DAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed