oleh

Habiskan Anggaran Rp4,8 M, Pekerjaan Jalan Oleh PT SMPS ‘Amburadul’

-Parlemen-837 views

AMBON, MARINYO.COM- Pembangunan ruas jalan yang berlokasi di belakang perumahan Pesona Alam Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau dan dikerjakan oleh PT Sinar Mas Perkasa Sejati (SMPS) terkesan amburadul.

Pasalnya, jalan yang baru dikerjakan satu bulan ini sudah mengalami kerusakan Alhasil, berdasarkan vidio yang beredar di media sosial (Medsos) terkait kerusakan jalan tersebut membuat Komisi III DPRD Maluku ambil langkah cepat dengan langsung meninjau lokasi, Senin (23/8/2021).

Sekretaris Komisi III, Rofiq Afifudin usai kunjungan lapangan mengakui adanya kerusakan jalan seperti vidio yang beredar di Medsos. Olehnya itu, komisi telah memerintahkan instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan.

“Jalan ini masih dalam tahap pemeliharaan, karena itu kami sudah perintahkan untuk perbaikan, dan hari ini perusahan sudah mulai mengangkut material untuk perbaikan,” ujar Afifudin.

Ditanya soal anggaran? Afifudin menjelaskan bahwa proyek tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2020 dari dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastuktur (SMI).

“Anggarannya dari dana pinjaman SMI, dengan nama kegiatan Pembangunan Jalan Kecamatan Sirimau. Dimana, anggaran yang digunakan sebesan Rp4,8 miliar untuk jalan sepanjang 3.116 meter, yang terbagi di tujuh titik. Dimana ada juga di daerah Kanawa dalam, tetapi yang di daerah yang kita kunjungi ini sepanjang 913 meter,” ujar politisi asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi III, Hatta Hehanussa menjelaskan bahwa dari hasil kunjungan komisi ternyata jalan yang mengalami kerusakan mencapai 35 meter saja, sehingga Selasa (24/8/2021) proses perbaikan mulai dilakukan.

Pernyataan Wakil Ketua Komisi ini jika disandingkan dengan vidio yang beredar maka jauh berbeda. Karena dari 913 meter hampir keseluruhannya mengalami kerusakan.

Ditempat terpisah berdasarkan sumber terpercaya di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi mengakui bahwa jalan tersebut baru dibuka.

Menurutnya, pelapisan jalan atau sirtu harus setebal 25-30 cm, tetapi itupun harus dilihat dari desain jalan, tapi rata-rata mencapai itu.

Dia juga menjelaskan, jika dilihat dari rekaman vidio tersebut aspal yang digunakan adalah Hotmix, berarti ketebalannya harus 3,5 cm, tetapi yang terlihat tidak mencapai 1 cm.

Bahkan lanjut dia, kalau pun itu Lapen maka harus ada lapisan yang kuat, seperti batu ukuran 5-10 cm, sesudah itu di gilas, kemudian di lapisi lagi dengan kerikil lalu di gilas dan kemudian di siram dengan aspal yang di bakar.

Dirinya menduga, kemungkinan aspal yang digunakan untuk pekerjaan dimaksud adalah aspal laster kelas A (SS.A) tapi minimum tebalnya harus 1,5 cm, ada juga Laster kelas B (SS.B) dengan ketebalan 2 cm.

Tetapi kalau Lataston lapis aus (HRS-WC) tebal minimal 3 cm, ada juga Lataston lapis pondasi (HRS-BASE) tebal minimal 3,5 cm. dan juga yang lain. (DAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed