AMBON, MARINYO.COM — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Maluku akan menggelar GAMKI Mengabdi 2026 di Negeri Nolloth dan Itawaka, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, pada 9–12 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen GAMKI sebagai organisasi kaderisasi pemuda Kristen untuk hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan sosial, pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta peningkatan kapasitas pemuda.
Mengusung semangat “Cinta Tuhan, Cinta Nusa dan Bangsa, Menghadirkan Kasih Kristus melalui Pelayanan dan Pengabdian bagi Gereja dan Masyarakat”, GAMKI Mengabdi 2026 diarahkan untuk memperkuat hubungan antara GAMKI, gereja, pemerintah negeri dan masyarakat.
Ketua Panitia GAMKI Mengabdi 2026, Joga Papilaya, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar kehadiran GAMKI dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Menurut Papilaya, GAMKI Mengabdi tidak hanya berorientasi pada kegiatan pelayanan gerejawi, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif, partisipatif dan berkelanjutan.
“Kehadiran GAMKI dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nolloth dan Itawaka. Program GAMKI Mengabdi lebih berorientasi pada pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat, melalui pendekatan kolaboratif, partisipatif dan berkelanjutan,” kata Papilaya didampingi Sekretaris Panitia, Wilhelmus Labobar, kepada Siwalima di Ambon, Selasa (6/10/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah program telah disiapkan, antara lain pelayanan sosial masyarakat, pendidikan formal dan gereja, pembinaan warga gereja, workshop, sosialisasi, aksi kesehatan dan berbagi kasih.
Di bidang kesehatan, panitia akan menggelar pengobatan gratis bagi lanjut usia (lansia). Sementara di bidang lingkungan, GAMKI akan menyerahkan sebanyak 100 anakan atau bibit pohon, di antaranya jambu kristal dan tanaman hias.
Program pemberdayaan masyarakat juga menjadi perhatian melalui pelatihan kewirausahaan bagi perempuan gereja. Selain itu, kegiatan akan diisi dengan literasi keuangan, literasi hukum dan perdamaian, serta pelayanan bagi pengasuh Sekolah Minggu Tunas Muda Indonesia (SMTPI).
Sekretaris Panitia GAMKI Mengabdi 2026, Wilhelmus Labobar, mengatakan setiap program disusun berdasarkan kelompok sasaran agar pelayanan dapat menjangkau berbagai elemen masyarakat dan warga gereja.
“Kami menyusun kegiatan dengan melihat kelompok sasaran dan bentuk pelayanan yang dapat diberikan. Ada pengobatan gratis bagi lansia, pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, literasi hukum dan perdamaian, pelayanan bagi pengasuh SMTPI hingga aksi lingkungan,” jelas Labobar.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi ruang belajar sekaligus pelayanan bersama antara kader GAMKI, gereja dan masyarakat.
“Dengan pembagian program seperti ini, GAMKI Mengabdi diharapkan menjadi ruang belajar dan pelayanan bersama antara kader GAMKI, gereja dan masyarakat,” ujarnya.
Selain pelayanan sosial dan pemberdayaan, GAMKI Mengabdi 2026 juga akan mengangkat isu pembangunan wilayah melalui sesi peluang dan tantangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Kepulauan Lease.
Sesi tersebut direncanakan melibatkan Ketua Tim Pemekaran DOB Kota Kepulauan Lease, Profesor Nus Saptenno, Ketua DPRD Maluku Benhur G. Watubun, serta Ketua DPRD Maluku Tengah Herry Men Carll Haurissa.
Labobar mengatakan rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pelayanan ibadah dan kegiatan kebersamaan di Negeri Nolloth dan Itawaka pada 11 Oktober 2026.
“Melalui program ini, GAMKI Maluku membawa semangat cinta Tuhan, cinta nusa dan bangsa sebagai dasar untuk mempertemukan pelayanan iman dengan kepedulian sosial serta pengabdian kepada masyarakat kepulauan,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD GAMKI Maluku, Semuel Ritiauw, menambahkan bahwa GAMKI Mengabdi 2026 mendapat dukungan dari Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.
Menurut Ritiauw, dukungan tersebut menunjukkan perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam kegiatan pelayanan dan pengabdian.
Ia berharap masyarakat Negeri Nolloth dan Itawaka dapat memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan yang disiapkan GAMKI secara maksimal.
“Harapan kami, masyarakat di kedua negeri dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan baik sehingga kehadiran GAMKI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (***)









Komentar