oleh

dr Thommy : Komunikasi Plt Kadinkes Maluku & RSUD Haulussy tak Harmonis

-Maluku-1.005 views

AMBON, MARINYO.COM- Salah satu pemerhati rumah sakit, dr Thommy Adoe menilai statmen Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku, dr Zulkarnain yang ditujukan kepada pihak RSUD dr M Haulussy yakni “jangan rakus”, membuktikan bahwa komunikasi dua lembaga kesehatan ini tidak harmonis.

Seharusnta di tengah pandemi Covid-19 ini dua lembaga kesehatan ini harus fokus bersinergi dalam menyelesaikan masalah pelayanan Covid-19 dan mendorong meningkatkan semangat juang dari tenaga kesehatan (Nakes) untuk berjuang bersama dalam pelayanan.

“Seharusnya menjadi fokus utama antara Dinkes Maluku dan RSUD dr M Haulussy untuk saling bersinergi menyelesaikan masalah pelayanan Covid dan mendorong meningkatkan semangat juang para Nakes untuk segera keluar dari wabah yang menguras habis sumberdaya tersedia. Bukan menciptakan benturan komunikasi birokrasi yang “tidak terpuji” dari pribadi dan pemangku jabatan terhadap RSUD dr M Haulussy sebagai aset rumah sakit tertua dan kebanggaan,” tandas dokter anak dan konsultan Neonatologi RSUD Kota Bekasi-Jawa Barat dalam pesan Whatshap-nya yang diterima MARINYO.COM, Kamis (5/8/2021).

Dikatakan, semangat gotong royong, kerjasama dan baku sayang seharusnya ditunjukk oleg Plt Kadinkes Provinsi Maluku. Bukan sebaliknya menuding secara sepihak dengan mengeluarkan kata yang tidak sewajarnya kepada RSUD dr M Haulussy, terkait data penerimaan insentif Nakes.

“Tugas Plt yang harusnya mengayomi dan menjadi contoh malah menuding dengan mengumbar ke publik menggambarkan arogansi dan tendesius,” ujar dia penuh sesal, sembari menambahkan, masalah seperti ini harusnya dapat diselesaikan melalui musyawarah.

Masih kata dr Thommy, penggunaan kata ‘rakus’ tidak yang dituduhkan ke RSUD dr M Haulussy tidak mempunyai korelasi dan cenderung menggelikan karena pokok permasalahan adalah tentang data yang belum terkumpul.

“Saya kira publik bisa menilai bahwa adanya miss komunikasi antara dinas terkait yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Masyarakat akan bertanya ada apa dengan dua lembaga garis depan penanganan Covid-19 di Maluku?,” ujar dia. (DAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed