oleh

6 November 2020 KMP Bahtera Nusantara 02 Mulai Beroperasi

-Maluku-763 views

Ambon, Marinyo.com- Dipastikan Jumat, 6 November 2020 ini, KMP Bahtera Nusantara 02 mulai beroperasi dengan lintasan yang sudah ditentukan oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan RI yakni Ambon-Banda-Tual.

Kepastian ini disampaikan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya, Rusdy Ambon kepada wartawan, Rabu (4/11/2020) di Kantor Panca Karya.

Dikatakan, untuk rencana pelayaran perdana ini dimulai pukul 22.00 Wit ke Banda. “Kenapa sampai mengambil shift malam karena lama pelayaran 10 jam dengan kecepatannya adalah 12 knot berarti tibanya pukul 08.00 Wit karena nantinya ada penjemputan secara adat di Banda setelah itu 4 jam di Dermaga dan lanjut ke Tual dengan lama pelayaran 17 jam berarti tiba pukul 06.00 Wit karena disana juga akan dilakukan adat. Karena kita ketahui bersama bahwa setiap pelayaran harus mengikuti adat 2 tempat dimaksud,” jelas Rusdy.

Sementara itu Menager Personalia Umum Perumda Panca Karya, Fenty Persulessy menambahkan, terkait harga tiket maka pihaknya tetap berpatokan pada tarif yang telah ditetapkan lewat SK Gubernur Maluku Nomor 322 Tahun 2019 tanggal 19 Desember 2019 Tentang Tarif Angkutan Penyeberangan Antar Kabupaten Kota Dalam Provinsi Maluku Lintas Banda-Tual.

Dimana sesuai SK gubernur disebutkan harga tiket untuk Ambon-Banda untuk dewasa sebesar Rp140.800, untuk anak-anak sebesar Rp100.000.

Sementara untuk jumlah barang yang harus dibawah per orang 20 kg. Ini dibatasi demi menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang.

“Kami baru saja selesai rapat dengan pihak menajemen yang akan mengelola tiketing kami sampai pada sepakat bahwa untuk penumpang hanya diberi toleransi 20 kg/orang. Mengapa kami batasi berat, karena kalau terjadi berat yang berlebihan. Kapal ini kami sangat mengutamakan pelayanan dan kebersihan.

Jadi kenyamanan penumpang sangat kami prioritaskan, muatan kalau kopra dan sejenisnya kalau kami tidak akan melepas seperti begitu kalau dibuang karena ada protap yang kami pakai. Jadi kalau ada barang dalam jumlah besar maka itu tidak boleh dibongkar tetapi barang tersebut tetap dalam kendaraan,” jelas Fenty, sembari menambahkan semua ini sudah diasuransikan, sehingga Perumda Panca Karya tidak mau mengambil resiko untuk penumpang, tetapi yang diprioritaskan adalah kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Disingung soal penambahan lintasan? Fenty katakan, sesuai kontrak maka lintasan yang harus dilalui hanya masih Ambon- Banda- Tual Pulang Pergi.

“Kalau atas permintaan masyarakat untuk penambahan trayek mungkin dalam bentuk penambahan armada tapi itu target tahun depan. Untuk sementara sesuai kontrak terkini yang kami tangani kapal ini hanya melayani lintasan yang ada,” jelas dia. (DAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed