AMBON, MARINYO.COM – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, secara resmi membuka Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Perempuan Maluku yang berlangsung di The City Hotel Ambon, Rabu (1/7/2026). Kegiatan yang digelar selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2026, menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas, inovasi, dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya perempuan di Maluku.
Dalam sambutannya, Ely Toisuta menyampaikan apresiasi kepada Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, Universitas Muhammadiyah Maluku, serta Kementerian UMKM Republik Indonesia yang telah berkolaborasi menghadirkan program pemberdayaan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk nyata pemberdayaan UMKM, khususnya perempuan di Maluku,” ujarnya.
Menurut Ely, tema pelatihan, “Penguatan Kolaborasi Riset, Pendidikan, dan Pemberdayaan UMKM untuk Mendukung Pembangunan Wilayah Kepulauan”, sangat relevan dengan kondisi Maluku yang memiliki potensi ekonomi besar, namun masih menghadapi tantangan dalam akses pasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Peran perempuan sebagai pelaku UMKM juga dinilai sangat strategis karena tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi turut menggerakkan roda ekonomi lokal.
“Peningkatan kapasitas UMKM perempuan melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan jejaring usaha merupakan langkah penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pemerintah Kota Ambon akan terus mendukung program-program yang memperkuat kemampuan pelaku UMKM dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, inovasi, dan daya saing usahanya,” katanya.
Ely juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia berharap hasil penelitian kolaboratif, observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), hingga pendampingan kepada pelaku usaha dapat melahirkan rekomendasi dan inovasi yang mampu mempercepat pengembangan UMKM berbasis kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Ely berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui kerja sama berkesinambungan dalam bentuk riset, pendampingan usaha, digitalisasi UMKM, pengembangan produk unggulan daerah, hingga perluasan akses pasar.
Kepada seluruh peserta, khususnya pelaku UMKM perempuan, ia mengajak untuk memanfaatkan pelatihan sebagai kesempatan meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring, serta saling berbagi pengalaman guna mengembangkan usaha yang lebih kompetitif.
“Semoga melalui kegiatan ini lahir pelaku-pelaku UMKM perempuan yang semakin mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kota Ambon dan Provinsi Maluku,” tutupnya. (***)










Komentar