AMBON, MARINYO.COM – Satu tahun pertama kepemimpinan bukan hanya tentang membangun jalan atau memasang lampu kota. Ada pekerjaan besar yang berlangsung jauh dari sorotan publik: membenahi birokrasi dari dalam.
Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, saat memberikan keterangan pers terkait satu tahun kepemimpinannya bersama Wali Kota Bodewin Wattimena. Pernyataan tersebut disampaikan di Ruang Vlesingen, Balai Kota Ambon, Jumat (20/02/2026).
Di hadapan wartawan, Ely menyoroti program prioritas ke-12 pemerintahannya, yakni penataan birokrasi yang kapabel, profesional, dan bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Menurutnya, perubahan wajah kota harus dimulai dari sistem pemerintahan yang sehat dan berintegritas.
“Dalam satu tahun ini, banyak yang sudah dilakukan. Mulai dari pelaksanaan seleksi hingga pengangkatan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama sampai pejabat administrator dan pengawas. Semua melalui mekanisme yang terbuka dan sesuai aturan,” ujarnya.
Ely menegaskan, reformasi birokrasi bukan sekadar rotasi jabatan atau pergantian struktur. Lebih dari itu, ini adalah upaya menciptakan ruang kerja yang profesional, di mana setiap pejabat ditempatkan sesuai kompetensi dan kapasitasnya. Pemerintah ingin memastikan pelayanan publik tidak lagi terhambat oleh praktik lama yang berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat.
Selama satu tahun terakhir, sejumlah langkah strategis telah ditempuh, antara lain seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi, evaluasi kinerja pejabat secara berkala, serta penataan struktur organisasi agar lebih efektif dan responsif. Setiap tahapan, kata Ely, dijalankan berdasarkan regulasi dan prinsip transparansi.
Meski demikian, ia mengakui bahwa pekerjaan ini belum selesai. Penataan birokrasi merupakan proses jangka panjang yang menuntut konsistensi, komitmen, dan keberanian dalam mengambil keputusan.
“Tujuan kami jelas: menciptakan birokrasi yang bersih, profesional, dan benar-benar bekerja untuk masyarakat,” tegasnya.
Menurut Ely, pemerintahan yang kuat tidak hanya diukur dari capaian fisik pembangunan, tetapi juga dari integritas aparatur yang menjalankan roda pemerintahan. Karena itu, reformasi birokrasi akan tetap menjadi fokus utama dalam empat tahun ke depan.
Bagi Pemerintah Kota Ambon, setahun pertama adalah fondasi. Dan fondasi itu kini sedang diperkuat—agar pelayanan publik di Kota Ambon bukan hanya cepat dan efektif, tetapi juga bersih serta dapat dipercaya masyarakat. (***)











Komentar