AMBON, MARINYO.COM – Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, menegaskan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Ambon tetap dalam keadaan baik dan kondusif. Ia menilai, sejumlah kejadian kriminal yang muncul di media sosial tidak dapat dijadikan indikator bahwa Ambon adalah kota yang tidak aman.
Pernyataan tersebut disampaikan Wattimena kepada awak media di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Jumat (21/11/2025), menanggapi kasus pengeroyokan terhadap seorang warga di kawasan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, beberapa hari lalu.
“Itu murni kejadian kriminal. Lalu dibilang Kota Ambon tidak aman? Jangan dong. Tidak ada daerah mana pun yang bebas dari kriminalitas. Kabupaten dan kota lain juga mengalami hal yang sama,” tegasnya.
Media Sosial Disebut Perbesar Persepsi Negatif
Menurut Wattimena, perbedaan utama antara Ambon dan daerah lain terletak pada cepatnya informasi menyebar di media sosial. Banyak insiden kecil yang di tempat lain jarang terekspos, justru menjadi konsumsi publik ketika terjadi di Ambon.
“Kriminalitas di kabupaten dan kota lain tidak terekspos masif. Di Ambon ini, media sosial begitu ramai sehingga kesannya membesar. Karena itu kita perlu bangun kesadaran kolektif, bukan hanya menyalahkan satu pihak,” jelasnya.
Penyebab Utama: Kebanyakan Dipicu Konsumsi Alkohol
Wattimena juga mengungkapkan bahwa sebagian besar tindakan kriminal yang terjadi dipicu oleh konsumsi minuman keras.
“Jadi rata-rata karena mabuk,” ucapnya.
Ia menegaskan, satu atau dua kejadian kriminal tidak dapat dijadikan dasar untuk menilai bahwa Ambon dalam kondisi tidak aman.
Kondusivitas Jadi Syarat Masuknya Investor
Wali Kota menekankan bahwa keamanan kota merupakan faktor penting untuk menarik minat investor. Oleh karena itu, persepsi publik mengenai Ambon harus tetap dijaga agar tidak menghambat masuknya investasi.
“Indikator Ambon tidak bisa dinilai dari satu dua kejadian. Jangan digeneralisir seolah-olah kota ini tidak aman. Keamanan adalah prasyarat untuk mendatangkan investor,” tegasnya.
Wattimena menghimbau masyarakat agar lebih bijak merespons setiap kejadian kriminal murni dan tidak membesar-besarkan situasi hingga menimbulkan ketakutan.
“Kalau ada kejadian kriminal murni, jangan di–follow up seolah-olah itu sesuatu yang menakutkan. Tidak ada daerah mana pun yang bebas dari kriminalitas,” pungkasnya. (das)










Komentar