Ambon, Marinyo.com- Pasca tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KKP) pada Rabu (25/11/2020) maka ada kekuatiran dari sebagian kalangan bahwa perjuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk menjadi Lumbung Ikan Nasional (LIN) akan kandas.
Menyikapi hal tersebut Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury mengatakan, pengkapan terhadap Menteri KKP Edhy Prabowo oleh Penyidik KPK tidak akan berpengaruh sedikitpun terhadap perjuangan Maluku sebagai LIN.
“Tidak seperti itu karena penetapan Maluku sebagai LIN telah ditetapkan Pemerintah Pusat, perwujudannya melalui penetapan Menteri KKP.
Jadi persoalan apapun, siapapun yang mengendalikan KKP, Maluku sebagai LIN tetap berjalan,” jelas Wattimury kepada wartawan, Kamis (26/11/2020) di ruang kerjanya.
Apalagi kata Wattimury sampai sudah ada penetapan anggaran untuk mendukung Maluku sebagai LIN.
Ia sangat optimis terhadap keputusan tersebut, dan Gubernur telah melakukan langkah-langkah terukur selama ini, sehingga penetapan Maluku sebagai LIN bisa didapati.
Karena itu, lanjut Wattimury, DPRD Maluku akan mengawal terus keberadaan Maluku sebagai LIN yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.
“Mudah-mudahan saja proses ini bisa berjalan seperti yang direncanakan, yaitu di tahun 2021. Kita mesti menopang hal ini, mesti melakukan langkah-langkah yang tepat untuk Maluku dijadikan sebagai LIN dalam aktifitasnya, karena dari sana, ada banyak kelompok masyarakat yang berbidang nelayan bisa mendapatkan kesempatan untuk pengembangan kesejahteraan keluarganya, atapu pendapatan bagi pembiayaan kehidupan keluarga,” jelas dia.
Sekali dirinya menyakini, walaupun ada persoalan di KKP, tetapi Maluku ditetapkan sebagai LIN, tidak terpengaruh dengan apa yang terjadi, karena pemerintah pusat telah menetapkan itu, Pemda dan DPRD akan mengawal terus agar Maluku sebagai LIN bisa beproses sesuai yang telah direncanakan di tahun 2021. (DAS)









Komentar