Ambon, Marinyo.com-Wakil Ketua Bidang Pemenangan DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur G Watubun membantah isu yang berkembang bahwa istri Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, ibu Widya Murad Ismail akan maju dalam perhelatan politik Pemilihan Walikota Ambon nanti.
Bahkan dirinya menilai isu yang sengaja dibuang dengan menggunakan salah satu media lokal di Kota Ambon adalah isu yang tidak elegan, mengingat Pilkada Kota Ambon baru akan digelar pada 2024 mendatang.
Dikatakan, DPD PDI Perjuangan saat ini sementara berkonsentrasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di empat Kabupaten yakni Maluku Barat Daya (MBD), Aru, Seram Bagian Timur (SBT) dan Buru Selatan (Bursel).
“Beberapa hari kemarin ada media lokal yang menyampaikan bahwa Febri Tetelepta akan berpasangan dengan Ibu Widya Murad Ismail dalam Pilkada Kota Ambon. Sebagai Wakil Ketua saya ingin mengatakan bahwa proses untuk Kota Ambon masih lama, dan sementara ini kita sementara berkonsentrasi untuk memenangkan Pilkada di empat kabupaten,” tandas Watubun kepada wartawan, Jumat (29/5/2020) di Gedung DPRD Maluku.
Lebih lanjut kata Watubun, jika segala aktivitas sosial kemasyarakatan dari ibu Widya sebagai istri gubernur dan Ketua TP PKK Provinsi Maluku, kemudian dipolitisir bahwa apa yang dilakukan semata-mata untuk mempersiapkan dirinya maju pada Pilkada Kota Ambon maka itu pikiran naif.
“Kalau semua kebaikan dan maksud melayani rakyat, lalu orang menilai dan menggiring opini dengan menggunakan kacamata politik semata, maka yang terjadi adalah prasangka negatif,” tandas Watubun.
Dia menbahkan bahwa jiwa sosial yang terjadi untuk maksud-maksud kemanusiaan harus diterjemahkan dengan hati yang murni.
Sebab jika berpikir negatif dan menggiring opini sesat dengan menggunakan iri hati untuk menilai orang lain maka nantinya tendensi yang ada tetap negatif.
“Jangan hasrat dan nafsu kekuasaan itu selalu dikedepankan dalam suasana Covid ini akhirnya membutakan naluri kemanusiaan kita. Termasuk mengorganisir media secara sistematis untuk membunuh karakter orang lain dengan isu-isu murahan,” kecam Watubun. (Mry-01)











Komentar