oleh

Telkomsel Umumkan 20 Finalis PMDB 2026, Talenta Muda Papua–Maluku Siap Eksekusi Inovasi Sosial

-Berita-415 views

JAYAPURA, MARINYO.COM – Telkomsel resmi mengumumkan 20 finalis terpilih Program Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB) 2026, sebuah inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada penguatan kapasitas talenta muda di wilayah timur Indonesia melalui penguasaan digital skills dan implementasi inovasi sosial.

Dari total 3.099 pendaftar yang berasal dari 33 kampus di Papua dan Maluku, para finalis diseleksi secara ketat. Penilaian dilakukan berdasarkan konsistensi kehadiran dalam setiap live class, keaktifan peserta, hasil pre- dan post-test, kualitas assignment bersama Telkomsel dan The Local Enablers, hingga performa saat pitching proyek inovasi sosial di akhir rangkaian bootcamp.

Memasuki tahap implementasi, 20 finalis akan mengeksekusi solusi socio-innovation yang telah mereka rancang selama lima bulan ke depan bersama mentor di wilayah kerja Telkomsel. Perusahaan juga memberikan dukungan anggaran operasional guna memastikan setiap inisiatif dapat berjalan optimal dan menghadirkan dampak nyata bagi komunitas masing-masing.

Program ini sejalan dengan kampanye #KoPastiBisa, gerakan pemberdayaan Telkomsel yang mendorong generasi muda Papua dan Maluku untuk semakin percaya diri, berani belajar, dan memanfaatkan peluang pengembangan diri. Melalui kampanye tersebut, Telkomsel ingin menegaskan bahwa talenta muda dari wilayah timur memiliki potensi besar dan berhak memperoleh akses serta kesempatan yang setara untuk tumbuh dan bersaing.

General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku and Papua, Fajri Adi Firmansyah, menegaskan bahwa PMDB merupakan wujud nyata komitmen perusahaan menghadirkan akses pembelajaran digital yang inklusif.

“Inisiatif Papua Maluku Digital Bootcamp adalah wujud nyata komitmen Telkomsel untuk menghadirkan akses pembelajaran digital yang inklusif bagi generasi muda Papua dan Maluku. Kami percaya mereka memiliki potensi besar sebagai talenta masa depan bangsa. Melalui pendampingan intensif, ekosistem mentoring, dukungan operasional, serta kampanye #KoPastiBisa, kami ingin memastikan mereka punya keberanian dan kapasitas untuk bersaing di industri masa depan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, Telkomsel hadir bukan sekadar entitas bisnis, melainkan mitra strategis yang bertumbuh bersama masyarakat, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan informal digital.

Semangat itu dirasakan langsung oleh salah satu finalis, Putra Angga Al Aslam dari Universitas Musamus Merauke. Ia mengaku program ini memberinya keberanian baru untuk menciptakan inovasi yang berdampak bagi daerahnya.

“Bootcamp ini mendorong saya untuk percaya bahwa anak Papua bisa menciptakan inovasi yang berdampak. Kampanye #KoPastiBisa itu bukan sekadar slogan, tapi benar-benar terasa. Telkomsel memberi kami rasa percaya diri untuk turun langsung ke lapangan, melihat masalah dari dekat, lalu menghadirkan solusi yang nyata,” tuturnya.

PMDB hadir untuk menjawab kebutuhan generasi muda terhadap akses pendidikan informal digital yang masih terbatas di Papua dan Maluku. Seluruh rangkaian program diberikan secara gratis dengan kurikulum berbasis keterampilan praktis, proyek komunitas, serta coaching ekosistem agar inovasi sosial dapat berkelanjutan. Pada tahap implementasi, para finalis juga didorong untuk memvalidasi solusi bersama pemangku kepentingan lokal dan membangun kolaborasi yang lebih luas.

Dengan diumumkannya 20 finalis PMDB 2026, Telkomsel mengajak pemerintah daerah, komunitas, akademisi, hingga sektor swasta untuk turut mendukung ekosistem pemberdayaan talenta muda Papua dan Maluku.

Perusahaan meyakini bahwa pemerataan kapabilitas digital menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang mampu berkompetisi dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

20 finalis yang masuk yakni, Putra Angga Al Aslam –(Universitas Musamus Merauke)
.Dessy Natalya Soplantila (Universitas Negeri Papua.) Ahmad Syarif Gunawan – (Universitas Pattimura). Kinaryo Citra Mashuda (Universitas Musamus).

Dwi Putra Romadhon (STIH Manokwari), Seravina Nuryanti Juita (Politeknik Amamapare Timika), Firman Ardiansyah Pulu (Universitas Pattimura), Anna Maria Refra (Universitas Papua) , Elisabeth Atisa Berepung (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong).

Felix Pelupessy ( Universitas Muhammadiyah Sorong), S. Talha Rumfot – (Universitas Pattimura), Mutmainnah – (Universitas Papua), Arman Alfons ( Universitas Pattimura), Tasya Cahya Iriani ( Universitas Musamus Merauke),
Rambu Aya ( Universitas Papua).

Michelle Kinaya Sesa Rinding –(Universitas Papua), Ronna ‘Allayya Nisriina (Universitas Musamus Merauke), Thio Kanisius ( Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong), Dwi Risky Maulana (UNIMUDA Sorong) dan M. Didit Ghozali (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong). (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed