oleh

Telkom Percepat Pemulihan Jaringan SMPCS Sorong–Merauke, Dampak Gangguan Ambon–Fakfak Diminimalkan

-Berita-868 views

AMBON, MARINYO.COM— PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bergerak cepat memulihkan layanan telekomunikasi menyusul gangguan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua Cable System (SMPCS#1) ruas Ambon–Fakfak yang terjadi pada 9 September 2025.

Gangguan yang disebabkan oleh putusnya serat optik (fiber optic cut) ini terdeteksi berada 3,3 kilometer dari Tersili, Ambon, di kedalaman laut sekitar 1.100 meter. Akibatnya, sejumlah wilayah di kawasan timur Indonesia mengalami penurunan kualitas layanan, termasuk Merauke, Timika, Kaimana, Fakfak, Dobo, Tual, Pulau Seram, dan Pulau Banda.

Menanggapi situasi tersebut, EVP Telkom Regional V, Amin Soebgayo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan pelanggan di wilayah terdampak. Ia menegaskan bahwa Telkom tengah melakukan upaya maksimal untuk mempercepat pemulihan layanan secara menyeluruh.

> “Kami berkomitmen untuk segera mengembalikan layanan konektivitas yang optimal bagi pelanggan di Papua dan Ambon. Terima kasih atas kepercayaan dan kesabaran masyarakat selama proses perbaikan berlangsung,” ujar Amin.

Langkah Cepat dan Strategis Telkom

Sebagai bagian dari respons cepat, Telkom telah mengimplementasikan beberapa langkah teknis, antara lain:

Penyesuaian layanan dan penerapan Quality of Service (QoS) berdasarkan prioritas wilayah.

Aktivasi jalur cadangan (backup link) dan pengaturan ulang rute jaringan (reroute).

Pemanfaatan infrastruktur alternatif untuk meminimalkan gangguan terhadap layanan penting.

Tak hanya itu, kapal perbaikan saat ini telah dikerahkan ke perairan Selat Sorong–Fakfak guna melakukan percepatan perbaikan pada SKKL SMPCS#2 ruas Sorong–Merauke. Langkah ini diambil sebagai “extra effort” agar konektivitas di wilayah timur Indonesia dapat segera normal kembali.

Percepatan Pemulihan Layanan

Awalnya, tahap pemulihan kedua dijadwalkan selesai pada 14 September 2025. Namun berkat upaya percepatan ini, Telkom optimistis proses perbaikan dapat rampung lebih awal, yaitu pada 13 September 2025.

> “Layanan digital dan konektivitas internet merupakan kebutuhan vital masyarakat saat ini. Kami memahami urgensinya dan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas layanan,” pungkas Amin.

Telkom terus memantau kondisi jaringan dan memastikan langkah-langkah mitigasi berjalan efektif, serta akan memberikan informasi terkini kepada masyarakat terkait progres pemulihan. (das)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed