AMBON, MARINYO.COM– Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023 hendaknya menjadi momentum merefleksikan diri untuk bagaimana memperbaiki dunia pendidikan di Provinsi Maluku.
Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Attapary mengakui bahwa pendidikan di Maluku, terutama pendidikan Menengah Atas, maupun pendidikan menengah pertama dan juga sekolah dasar di Maluku masih sangat memprihatinkan.
Dikatakan, tak bisa dipungkiri bahwa dari segi mutu dan kualitas, pendidikan di Maluku masih dibawah jika dibandingkan dengan rata-rata 34 provinsi lainnya di Indonesia.
“Kalau ditanya mutu dan kualitas kita memang masih sangat dibawah. Ini menjadi tantangan kita tersendiri. Ada dua aspek yang membuat mutu dan kualitas pendidikan di Maluku masih rendah, dan berada pada nomor tiga dan empat. Ini dikarenakan, kaitan dengan infrastruktur, jumlah ruangan-ruangan sekolah, laboratorium dan sebagainya itu masih sangat kurang belum terpenuhi secara keseluruhan sesuai indikator yang ditetapkan,” kritik Attapary.
Persoalan lain yang masih memprihatinkan adalah soal kekurangan tenaga guru di tingkat SMA/SMK.
Dikatakan, dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2022, disimpulkan bahwa untuk bisa meningkatkan mutu pendidikan di Maluku maka salah satu caranya adalah penambahan kurang lebih 1.310 tenaga guru dan ini problem yang dialami sekarang.
“Kemarin saat tes P3K, jatah hampir tiga ribu tetapi yang lolos itu hanya lima ratus. Jadi, ini yang menjadi problem sepanjang dua hal itu belum terpenuhi maka tetap mutu dan kualitas pendidikan kita pasti akan dibawa terus,” ujar dia. (DAS)











Komentar