oleh

PPLP Gagal Bawa Prestasi Atlet Taekwondo di Popnas, Ini Kata Pelatta

-Parlemen-1.097 views

AMBIN, MARINYO.COM- Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Maluku dinilai gagal membawa prestasi atlet Taekwondo di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) ke-16 di Palembang, Sumatera Selatan.

Padahal pemerintah lewat APBD telah benyak mengeluarkan anggaran pelatihan selama atlet berada di PPLP, termasuk membiayai pelatihnya.

“Sebagai Ketua Pengprov PBTI Maluku, merasa prihatin dan gelisah, karena keikutsertaan atlet Taekwondo yang mayoritas direkrut dari binaan PPLP lewat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku, yang dibawah mengikuti Popnas 2023, tidak ada satupun yang berhasil meraih prestasi juara dan ini menandakan, bahwa PPLP dalam rangka mempersiapakan atlet menuju Popnas dianggap gagal,”tandas Ketua Pengprov PBTI Maluku, Hengky Ricardo Pelata kepada wartawan , Senin(18/9/2023)

Menurutnya, kegagalan di Popnas dikarenakan proses pelatihan yang berjalan tidak profesional dan dilakukan sang pelatih yang notaben tidak menyandang DAN I Taekwondo.8

“Kenapa PPLP Taekwondo selalu gagal, pertama, Teles Coating dalam rekrutmen atlet PPLP dari pelajar di 11 kabupaten/kota tidak sesuai standar, dimana tidak ada unsur rasa keadilan. Tetapi lebih cenderung rekrut dari Kota Ambon, Maluku Tengah (Malteng) dan seram, sementara bagian Tenggara tidak pernah direkrut,”tegas Pelatta.

Tapi kenyataanya sambung, Pelatta bahwa Teles Coating yang selama ini dilakukan hanya pada tingkat pelatih dan Dispora, tanpa diketahui dirinya selaku Ketua Pengprov PBTI Maluku.

“Kami sebagai Ketua Pengprov PBTI Maluku, juga tidak tahu, bahkan tidak pernah disampaikan, kalau atlet-atlet direkrut kapan dan dimana prosesnya, padahal itu atlit Taekwondo Maluku yang sudah tentu sesuai SOP, Taekwondo harus melalui mekanisme, prosesnya harus berkoordinasi dengan Pengprov PBTI,”bebernya.

Alhasilnya, atlet yang direkrut tanpa melalui pentahapan yang prosedur, dan rekrutmennya dianggarkan lewat Menpora dan APBD yang diploting lewat Dispora Maluku.

“Ini yang sebenarnya menunjukan kegagalan PLPP. Saya tidak tahu dengab Cabo yang lain, tapi khusus Taekwondo itu selalu gagal dan ini perlu dievaluasi,”pungkasnya.

Dan sebagai evaluasi salah satunya pada sistim Teles Coating dan rekrutmen pelatih lewat koordinasi dengan Pengprov PBTI Maluku. Itu sebab pelatih yang direkrut Dispora juga tidak melalui SOP dengan mengabaikan Pengprov PBTI Maluku.

“Itu pelatih yang direkrut Dispora, tanpa ada rekomendasi dari saya, sebagai Ketua Pengprov PBTI. Kemarin kami baru mengikuti Munas sehingga kedepan kita akan menata itu,”ujarnya.

Meskipun diakuinya, semua kebutuhan rekrutmen pelatih dibiayai negara lewat Menpora dan Dispora lewat APBD Provinsi, tetapi dalam rekrutmen harus didasari azas keadilan, kualitas pelatih itu sendiri dan menyandang DAN I Taekwondo.

“Para pelatih yang dipakai PPLP, itu pelatih yang tidak pernah memproduksi juara. Meskipun mereka merupkan senior atlet Taekwondo. Tapi nyatanya KONI dan Dispora buat tes pelatih tanpa koordinasi dengan saya lewat rekomendasi usulan yang saya buat,”tegasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Maluku ini, kembali secara spontan menyebutkan, salah satu faktor kegagalan PPLP Maluku meraih prestasi nasional khususnya Taekwondo, ada pada sistim pelatihan yang dilakukan pelatih yang tidak profesional.

Dengan harapan kedepannya, PPLP Maluku akan lebik lagi, setelah dilakukan evaluasi baik atlet maupun pelatih dengan azas keadilan dalam merekrut. (DAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed