oleh

PIM Resmi Hadir di Maluku: Perkuat Gerakan Perempuan untuk Majukan Daerah

-Berita-500 views

AMBON, MARINYO.COM — Organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) resmi membentuk kepengurusan perdananya di Provinsi Maluku, menjadikan Maluku sebagai provinsi ke-28 di Indonesia yang menghadirkan organisasi pemberdayaan perempuan tersebut.

Dalam rapat perdana yang digelar Minggu (30/11/2025), jajaran pengurus PIM Maluku ditetapkan sebagai perintis pertama yang akan menggerakkan misi besar pemberdayaan perempuan di daerah tersebut.

Ketua PIM Maluku, Ir Rimaniar Hetaria, ST, M.Sos, IPP pada kesempatan itu, menegaskan bahwa organisasi ini terbuka bagi seluruh perempuan dari berbagai profesi, tanpa pengecualian. Bahkan, ibu rumah tangga pun diharapkan dapat bergabung untuk mengembangkan potensi diri.

“Kami tidak memandang sebelah mata siapapun perempuan yang ingin maju di Maluku. Semua bisa bergabung dalam PIM,” tegas Rimaniar.

Pada rapat pertama tersebut, panitia pelantikan resmi dibentuk untuk mempersiapkan rangkaian acara yang direncanakan berlangsung pada awal Februari 2025 atau paling cepat akhir Januari 2026.

Tidak hanya sekadar pelantikan, kegiatan ini nantinya juga akan dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda). Dalam Rakorda tersebut, PIM Maluku akan membahas berbagai program kerja strategis untuk mendorong kemajuan perempuan di berbagai bidang.

“Yang kita lantik bukan hanya pengurus DPD PIM Maluku, tetapi juga kita langsung melakukan koordinasi untuk menyusun program kerja ke depan. Kita ingin bergerak cepat,” ujar Rimaniar.

Harapan besar disampaikan agar hadirnya PIM di Maluku menjadi titik balik kemajuan perempuan. Organisasi ini menargetkan lahirnya lebih banyak perempuan inspiratif yang mampu mempengaruhi perubahan positif di lingkungan masing-masing.

“Perempuan Maluku harus maju dan semakin maju. Yang sudah maju akan terus didorong lebih maju lagi, dan yang belum maju akan kita bantu agar mampu berkembang,” tambahnya.

Selain mendorong pemberdayaan ekonomi dan profesional, PIM Maluku juga menaruh perhatian besar pada isu sosial yang masih banyak dialami perempuan, termasuk Kultur patriarki dan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Melalui PIM, perempuan diharapkan mendapatkan wadah untuk menyuarakan aspirasi dan memperkuat solidaritas sesama perempuan.

“Dengan adanya PIM, kita ingin perempuan Maluku memiliki pemikiran yang sama: ingin maju, berdaya, dan berkembang di berbagai bidang,” tutupnya.

Kehadiran PIM di Maluku diharapkan menjadi momentum penting dalam memperjuangkan kesetaraan dan membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah. (das)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed