oleh

PIM Maluku Tancap Gas Usai Dilantik, Parade Kebaya Targetkan 4.000 Peserta dan Perkuat Gerakan Pemberdayaan Perempuan

-Berita-35 views

AMBON, MARINYO.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Maluku langsung bergerak cepat usai dilantik dengan meluncurkan berbagai program pemberdayaan perempuan.

Momentum Hari Kebaya Nasional (HKN) 2026 menjadi titik awal organisasi tersebut melalui penyelenggaraan Parade Kebaya Maluku yang akan dipusatkan di kawasan Gong Perdamaian Ambon, Sabtu (25/7/2026), dengan target diikuti sekitar 3.000 hingga 4.000 peserta.

Ketua DPD PIM Provinsi Maluku, Rimaniar Julindra Hetharia, mengatakan Parade Kebaya Maluku merupakan program perdana organisasi setelah pelantikan kepengurusan. Kegiatan itu menjadi bagian dari komitmen PIM dalam mengembangkan perempuan melalui berbagai program di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, kesehatan, pariwisata, lingkungan hidup, hingga pelestarian budaya.

“Parade Kebaya Maluku menjadi langkah awal kami setelah pelantikan. Ke depan, setiap bidang dalam kepengurusan juga akan melaksanakan workshop secara rutin setiap bulan sesuai program kerja masing-masing,” ujar Rimaniar di Ambon, Kamis (23/7/2026).

Rimaniar menjelaskan, PIM merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan. Saat ini kepengurusan telah terbentuk di 11 kabupaten/kota di Maluku, dengan tujuh daerah di antaranya telah memiliki struktur organisasi yang lengkap.

Menurut anggota DPRD Provinsi Maluku tersebut, seluruh program organisasi diarahkan untuk melahirkan perempuan yang mampu berkembang dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pemikiran, pendidikan, dunia usaha hingga kepemimpinan, sehingga dapat menjadi sosok inspiratif bagi masyarakat.

“Tujuan kami adalah melahirkan perempuan-perempuan hebat yang mampu berkembang dari sisi pemikiran, bisnis, pendidikan, wawasan, hingga mampu berkolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan maupun organisasi lainnya,” katanya.

Ia berharap Parade Kebaya Maluku tidak sekadar menjadi ajang memperkenalkan keberadaan PIM kepada masyarakat, tetapi juga menjadi gerakan nyata dalam melestarikan kebaya sebagai identitas budaya bangsa.

Melalui kegiatan tersebut, PIM juga ingin memperkuat sinergi dengan sekitar 30 organisasi perempuan di Maluku, di antaranya TP PKK Provinsi Maluku, TP PKK Kota Ambon, IWAPI, serta organisasi perempuan dari berbagai partai politik.
Berdasarkan data sementara, sekitar 3.000 peserta telah menyatakan kesediaan mengikuti parade tersebut.

Rimaniar turut menyampaikan apresiasi kepada Bunda PAUD Kota Ambon, Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku, serta seluruh organisasi perempuan yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Ketua Panitia Parade Kebaya Maluku, Alwiyah Fadlun Alyadrus, mengatakan jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak PAUD se-Kota Ambon, siswa SD, SMP, SMA, organisasi perempuan, instansi vertikal, jajaran Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku hingga masyarakat umum.
Selain parade, panitia juga menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain pemberian penghargaan kepada perempuan-perempuan berprestasi di Maluku, dukungan kepada Putri Pariwisata Maluku yang akan berlaga di tingkat nasional, hiburan rakyat, serta pembagian doorprize.

Menurut Alwiyah, Parade Kebaya Maluku sengaja dirangkaikan dengan peringatan Hari Kebaya Nasional dan Hari Anak Nasional sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya Maluku sejak usia dini melalui keterlibatan anak-anak PAUD.

Ia menambahkan, PIM Maluku juga memiliki visi jangka panjang untuk mendorong Kebaya Ambon menjadi warisan budaya yang semakin dikenal luas. Bahkan, pada tahun mendatang organisasi tersebut menargetkan penyelenggaraan parade dalam skala yang lebih besar sebagai upaya memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Mengusung tema nasional “Lestarikan Budaya Nasional dengan Berkebaya”, Parade Kebaya Maluku menjadi awal gerakan pelestarian Kebaya Maluku sekaligus pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai wastra tradisional dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku.

Alwiyah mengungkapkan, kegiatan tersebut juga dihadiri pengurus DPC PIM dari Kota Ambon, Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan, di antaranya Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, PLN, LC Beauty, Bekraf, Fitbar, CV Jingga, serta berbagai sponsor lainnya yang memberikan dukungan fasilitas maupun kebutuhan teknis demi suksesnya Parade Kebaya Maluku.

Dengan ribuan peserta yang akan memadati kawasan Gong Perdamaian, Parade Kebaya Maluku diharapkan tidak hanya menjadi perayaan Hari Kebaya Nasional, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan perempuan Maluku dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai penggerak pembangunan daerah. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed