oleh

BPJN Maluku dan TN Manusela Perkuat Kolaborasi, Pastikan Proyek Jembatan di Pulau Seram Ramah Konservasi

-Berita-533 views

AMBON, MARINYO.COM- Upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan kembali menjadi sorotan melalui kunjungan kerja yang dilakukan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Yana Astuti, ke Balai Taman Nasional Manusela (TN Manusela) di Pulau Seram.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda monitoring lapangan sekaligus memperkuat koordinasi terkait proyek jalan nasional yang melintas dalam kawasan konservasi.

Dalam rombongan tersebut turut hadir Kepala Seksi Preservasi Judith Wattimury, Plt. Kepala Seksi PJJ Jonas Hitijahubessy, Kasatker PJN Wilayah II Maluku Toce Leuwol, PPK Pengawasan Cherry Tatipikalawan, serta tim teknis BPJN Maluku. Mereka disambut langsung oleh Kepala Balai TN Manusela, Deny Rahadi, yang menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kolaboratif ini.

Pertemuan kedua lembaga berfokus pada rencana penggantian Jembatan Baru Wai Besi IV, salah satu infrastruktur strategis yang berada di ruas jalan nasional dan melintasi kawasan lindung. Karena berada di wilayah konservasi, pekerjaan konstruksi harus mengikuti standar khusus agar tidak mengganggu keutuhan ekosistem Pulau Seram yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati tinggi.

Dalam diskusi, BPJN Maluku dan Balai TN Manusela meninjau berbagai aspek teknis dan administratif yang perlu dipenuhi, mulai dari pengendalian dampak lingkungan, penyesuaian desain jembatan dengan karakteristik kawasan, hingga prosedur perizinan yang wajib dipatuhi.
Kepala BPJN Maluku, Yana Astuti, menegaskan komitmen pihaknya untuk memastikan bahwa pembangunan tetap selaras dengan prinsip perlindungan lingkungan.

“Sinergi ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan infrastruktur dan kelestarian alam. Kami berkomitmen mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku agar pekerjaan Jembatan Baru Wai Besi IV berjalan aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

BPJN Maluku menekankan akan terus menjalin koordinasi intensif dengan Balai TN Manusela serta para pemangku kepentingan lainnya. Diharapkan, pembangunan jalan nasional di Pulau Seram tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga tetap menjaga keberlanjutan kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis dan strategis bagi masyarakat dan lingkungan. (das)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed