oleh

Pemuda Ambalau Datangi DPRD Maluku, Desak Jalan Lingkar Jadi Kewenangan Provinsi

-Parlemen-536 views

AMBON, MARINYO.COM-Puluhan pemuda dari Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Provinsi Maluku, Senin (11/8/2025). Mereka menuntut agar Jalan Lingkar Ambalau segera dialihkan statusnya dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi.

Koordinator aksi, Arman, menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun namun belum juga rampung, sehingga tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

“Jalan ini adalah urat nadi penghubung antar desa dan akses utama penopang ekonomi masyarakat Ambalau. Kalau infrastrukturnya saja tidak memadai, bagaimana kita bisa bicara kesejahteraan?” tegas Arman.

Menurutnya, anggaran kabupaten yang terbatas menjadi alasan mengapa pembangunan jalan selalu terhambat. “Kami tidak bisa terus bergantung pada laut, apalagi saat musim timur yang ekstrem. Jalan darat harus menjadi prioritas,” lanjutnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, Richard Rahakbau, menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Buru Selatan yang dinilai abai terhadap persoalan ini.

“Sudah lebih dari 20 kali kami rapat dengan seluruh kabupaten/kota, tapi Pemkab Buru Selatan tidak pernah hadir. Mereka bahkan tidak merespons undangan, padahal ini demi masyarakat mereka sendiri,” ujar Richard.

Ia menjelaskan, satu-satunya jalan untuk menaikkan status jalan menjadi provinsi adalah melalui usulan resmi dari bupati kepada Pemerintah Provinsi Maluku. Sayangnya, hingga saat ini usulan tersebut belum pernah diajukan.

Richard pun mendorong para pemuda untuk terus mengawal dan mendesak pemerintah daerah mereka agar bertindak.

“Kalau bupati mengusulkan, kita bisa masukkan dalam program prioritas pembangunan provinsi. Tapi kalau tidak ada usulan, provinsi tidak bisa bertindak,” pungkasnya.

Aksi ini menjadi alarm keras bagi Pemkab Buru Selatan agar segera mengambil langkah konkret menyelesaikan persoalan infrastruktur yang telah lama dikeluhkan masyarakat Ambalau. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed