AMBON, MARINYO.COM– Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memastikan proses perbaikan rumah warga yang terbakar segera dilakukan mulai Senin (1/9/2025). Perbaikan ini dilaksanakan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman bekerja sama dengan TNI dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Selain perbaikan rumah, Pemkot juga menindaklanjuti persoalan tanah 100 kepala keluarga (KK) di Hunuth yang hingga kini belum mendapatkan sertifikat hak milik (SHM), meski pengukuran lapangan sudah dilakukan. “Dalam pertemuan dengan pihak pertanahan, kami akan mempertanyakan sejauh mana proses penerbitan SHM tersebut,” tegas Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Robby Sapulette saat kegiatan Walikota Jumpa Rakyat (WAJAR), Jumat (29/7/2025).
Untuk memperkuat keamanan, Pemkot merencanakan pembangunan pos pengamanan permanen di tikungan Hunuth. Pos ini akan berjarak sekitar 250 meter dari SMK Negeri 3 Ambon, dan difungsikan untuk mencegah aksi tawuran antar pelajar. “Pos ini akan dikelola pihak kepolisian sekaligus menjawab keresahan masyarakat,” ujarnya.
Sekkot Ambon menambahkan, status SMK Negeri 3 Ambon yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku tetap menjadi perhatian. Aspirasi masyarakat Hunuth akan disampaikan langsung kepada Gubernur.
Tak hanya itu, Pemkot Ambon juga menyiapkan pembangunan kantor Koramil di Karang-Karang pada tahun anggaran 2026. Saat ini, Pemkot masih berkoordinasi dengan Kodim untuk penentuan lokasi lahan.
Di sisi lain, pemerintah mencatat masih ada warga yang berdomisili di Ambon namun berstatus kependudukan Kabupaten Maluku Tengah. Kondisi ini menjadi perhatian Pemkot untuk ditindaklanjuti. (***)











Komentar