oleh

Pelajar 15 Tahun Dianiaya Hingga Tewas

-Berita-1.262 views

AMBON, MARINYO.COM–  Seorang pelajar (15) bernama Rafli Rahman Sie warga Ponogoro Atas akhirnya tewas setelah dianiaya oleh Abdi Toisuta (25) yang adalah warga Talake.

Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay dalam rilis yang diterima, Senin (31/7/2023)  menjelaskan bahwa kejadian terjadi pada Minggu (30/7/2023) malam pukul 21.10 WIT.

“Hari ini Minggu 30 Juli 2023 pukul 21.10 wit bertempat di Talake tepatnya di depan Asrama Polri Talake ( kediaman Bripka Alamsyah Bakker) telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” jelas dia.

Dikatakan berdasarkan keterangan saksi Muhammad Fajri Semarang (16) , awalnya saksi bersama korban  berboncengan dengan sepeda motor dari arah Lonegoro menuju ke rumah saudaranya di Talake untuk mengembalikan jaket milik saudaranya. Pada saat saksi dan korban memasuki Gapura lorong Masjid Talake, saksi dan korban melewati pelaku yang mana hampir menyenggol pelaku yang sementara berjalan menuju ke arah dalam Talake yang mana saksi sempat melihat kebelakang pelaku sedang mengejar korban dan saksi.

Dijelaskan, setelah saksi dan korban tiba di depan rumah saudaranya dan memarkirkan motornya, korban pada saat itu masih duduk diatas motor dan saksi telah turun dan langsung berhadapan dengan korban,  pelaku pun langsung menghampiri korban dan saksi dan tanpa bertanya pelaku langsung memukul korban dari bagian kepala (korban masih menggunakan helm) sebanyak satu kali, setelah itu pelaku mengatakan kepada korban dengan dialek Ambon  bahwa ” Kalo maso orang kompleks itu kasi suara abang – abang dong”.

Kemudian pelaku kembali memukuli korban dari bagian kepala yang kedua kalinya.

Korban yang dipukul lantas mengeluarkan kata kepada pelaku. “Katong jua masok orang kompkes katong bawa motor palang – palang,” ujar saksi mengulang kata-kata korban.

Tak terima dengan kata korban, pelaku pun kembali memukul korban untuk yang ketiga kalinya di bagian kepala.

Berselang beberapa menit kemudian saudara korban keluar dari dalam rumah. Pada saat itu,  posisi korban telah tertunduk dan menaruh kepalanya di atas setir motornya (pingsan).

Melihat saudaranya pingsan, saudara korban langsung mengatakan kepada pelaku bahwa jika terjadi sesuatu dengan saudaranya maka dia (pelaku) yang harus bertanggungjawab. Tetapi dengan entengnya pelaku mengatakan bahwa dia akan menanggung semuanya sambil berlalu meninggalkan korban dan saksi.

Setelah itu saudara korban dengan dibantu saksi mengangkat korban masuk ke dalam rumah dengan tujuan menyadarkan korban namun korban tidak sadarkan diri.

Pukul 21.25 WIT saudara korban langsung membawa korban ke rumah sakit Dr. Latumeten guna mendapatkan perawatan medis, setibanya korban di rumah sakit korban langsung mendapat perawatan medis oleh team medis

Sayangnya, pada pukul 21.45 WIT korban dinyatakan meninggal dunia oleh team medis rumah sakit Dr. Latumeten. (DAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed