oleh

Operasi Keselamatan Salawaku 2026 Digelar, Polda Maluku Fokus Edukasi dan Lalu Lintas Humanis Jelang Idulfitri

-Berita-525 views

AMBON, MARINYO.COM— Kepolisian Daerah Maluku resmi melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Salawaku 2026, Senin (02/02/2026) di Lapangan Tahapary Polda Maluku- Tantui.

Apel Pasukan Operasi Keselamatan Salawaku 2026 sebagai langkah awal menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan kondusif menjelang arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 6 hingga 19 Februari 2026.

Wakil Kepala Polda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., dalam amanatnya menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Salawaku 2026 mengusung tema “Terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.” Tema tersebut menegaskan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

“Operasi ini merupakan upaya cipta kondisi untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri, yang berpotensi menimbulkan pelanggaran, kecelakaan, maupun kemacetan lalu lintas,” ujar Wakapolda.

Ia menekankan bahwa Operasi Keselamatan Salawaku 2026 tidak berorientasi pada penindakan semata, melainkan lebih mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi, imbauan, serta sosialisasi kepada masyarakat. Penegakan hukum tetap dilakukan, namun secara selektif, proporsional, dan humanis terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Imam Thobroni juga memberikan sejumlah penekanan kepada seluruh personel yang terlibat. Di antaranya adalah pelaksanaan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan, serta penguatan sinergitas dengan instansi terkait dalam pemetaan jalur mudik, jalur balik, dan kawasan wisata.

Selain itu, personel diminta untuk mengintensifkan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat melalui berbagai media, melakukan sosialisasi pembatasan operasional kendaraan angkutan dengan sumbu tiga ke atas, serta mengoptimalkan kegiatan ramp check guna memastikan kelayakan kendaraan dan kesehatan pengemudi.

“Optimalisasi pengaturan, penjagaan, dan patroli di titik rawan merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.

Penegakan hukum terhadap travel ilegal serta pelanggaran lalu lintas lainnya juga menjadi perhatian, dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan, edukatif, dan humanis demi keselamatan seluruh pengguna jalan.

Amanat tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh personel agar Operasi Keselamatan Salawaku 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar, serta mampu mendukung suksesnya pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dan keselamatan masyarakat secara menyeluruh. (das)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed