oleh

Merkuri Ancam Manusia dan Lingkungan, Unpatti Minta Tambang Ilegal di Tutup

-Daerah-2.484 views

AMBON, MARINYO.COM- Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Prof. Yustinus Malle, menegaskan perlunya langkah penertiban aktivitas penambangan ilegal di Pulau Seram dan Pulau Buru.

Ia menyebut hasil penelitian menunjukkan ekosistem di wilayah tersebut sudah tercemar logam berat merkuri dan sianida, meski konsentrasinya masih rendah.

Hal ini disampaikan Prof. Malle dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pencemaran Logam Berat Merkuri dan Sianida yang Berdampak Sistematik terhadap Kelangsungan Hidup Manusia dan Lingkungan”,

Yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpatti dan DPRD Maluku, di Rumah Rakyat Karang Panjang Ambon, Senin (21/7/2025).

Menurut Malle, sejak penutupan lokasi tambang tahun 2018, para penambang kembali beraktivitas setelah tiga tahun karena tidak ada solusi mata pencaharian lain.Kondisi ini memicu kembali pencemaran di ekosistem tanah, tumbuhan, hewan, bahkan biota laut.

“Penelitian kami membuktikan, merkuri telah mengkontaminasi ekosistem. Belum terlambat untuk bertindak. Penertiban harus dilakukan agar penambangan bisa berjalan dengan teknologi yang benar, tanpa bahan berbahaya dan beracun. Kalau tidak, semua akan diracuni, termasuk kita,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemodelan arus menunjukkan limbah tambang di laut berpotensi terbawa sedimen hingga bahkan menjalar ke perairan sekitar. Bila dibiarkan, bahan berbahaya seperti sinabar akan menyebar melalui arus laut dan mengancam ekosistem pesisir.

“Dampaknya bukan hanya di laut. Limbah tambang yang dibuang sembarangan masuk ke tanah, dimakan hewan, diserap tumbuhan, hingga akhirnya dikonsumsi manusia. Dari ayam, kambing, sampai sapi yang hidup di wilayah tambang, semua berisiko terkontaminasi. Ini indikasi awal, dan belum terlambat untuk kita bertindak,” tambahnya.

Prof. Malle mendorong penerapan praktik good mining agar penambangan tetap bisa berlangsung tanpa merusak lingkungan.

“Kita perlu menambang dengan cara sehat. Jangan biarkan ilegal terus berlangsung, karena para penambang banyak yang tidak paham bahaya merkuri dan sianida. Tugas kita adalah memperingatkan sekaligus menata agar dampaknya tidak makin meluas,” tutupnya. (das)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed