AMBON, MARINYO.COM – Ancaman deforestasi dan maraknya izin perambahan hutan dinilai menjadi bahaya serius bagi kedaulatan ekologis masyarakat.
Dampaknya bukan hanya bencana alam yang terus menghantui, tetapi juga mengancam keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan hidup rakyat.
Belajar dari catatan kelam bencana Sumatera 2025, kerusakan hutan akibat kepentingan investasi tanpa mempertimbangkan masa depan dinilai menjadi alarm keras bagi bangsa. Padahal, tanah, air, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya sejatinya dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sebagaimana amanat konstitusi.
Merespons situasi tersebut, PDI Perjuangan melalui DPD Provinsi Maluku menggelar aksi bertajuk Jaga Bumi; Merawat Pertiwi Demi Kedaulatan Rakyat secara serentak di 11 kabupaten/kota. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-53 partai sekaligus HUT ke-79 Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Gerakan politik hijau tersebut dibuka Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun dan dihadiri fungsionaris DPD, DPC Kota Ambon, serta PAC Kecamatan Sirimau di Kopertis, Sabtu (14/2/2026).
Di hadapan kader Marhaen, Watubun menegaskan bahwa aksi Merawat Pertiwi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk pertanggungjawaban politik kepada rakyat dan lingkungan.
“Hari ini di Provinsi Maluku, PDI Perjuangan melaksanakan penanaman 1.100 pohon di seluruh kabupaten/kota sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada rakyat,” tegas Watubun.
Ia menjelaskan, Merawat Pertiwi berarti menjaga bumi demi memastikan keberlanjutan kehidupan, mencegah banjir, serta meminimalisasi bencana yang dipicu kerusakan lingkungan.
“Bumi ini pada bagian-bagian tertentu dirusaki oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Karena itu kita harus menjaga setiap ekosistem agar tetap terawat,” ujarnya.
Watubun juga menyinggung kemungkinan adanya praktik ilegal maupun kebijakan pemberian izin yang tidak tepat sehingga memperparah kerusakan lingkungan.
Momentum HUT partai, menurutnya, harus menjadi penguatan komitmen terhadap politik hijau dan kedaulatan rakyat.
“PDI Perjuangan menegaskan mendukung kedaulatan rakyat dan menjunjung tinggi politik hijau sebagai bentuk pertanggungjawaban kita,” ungkapnya.
Pada tahap pertama, sebanyak 79 pohon ditanam sebagai simbol usia Ketua Umum. Watubun berharap gerakan ini mampu memantik kesadaran publik untuk terus merawat lingkungan secara berkelanjutan.
Sebelumnya, PDI Perjuangan juga telah melakukan penanaman pohon di sejumlah titik di Maluku, seperti Negeri Asilulu, STAIN Ambon, Latuhalat, dan Air Lou, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang menjaga kelestarian alam di daerah tersebut.
Aksi ini menjadi pesan tegas bahwa menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat demi masa depan generasi mendatang. (***)









Komentar