oleh

Gali Potensi dan Talenta yang Dimiliki, 96 Anak SMTPI Jemaat GPM Anugerah Halong Ikut PKA 2024

-Berita-1.367 views

AMBON, MARINYO.COM- Sebanyak 96 anak Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) Jemaat GPM Anugerah Halong jenjang Anak Tanggung (AT) dan Anak Remaja (AR) mengikuti kegiatan Pekan Kreativitas Anak (PKA) Tahun 2024.

Dalam kegiatan ini sebanyak 20 anak dari jemaat Namtabu diikutsertakan dalam PKA, mengingat mereka sementara ini berkoinonia dengan Jemaat GPM Halong Anugerah.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung SMTPI Ekleisia ini berlangsung selama 5 hari terhitung sejak tanggal 1 hingga 5 Juli 2024.
PKA ini menampilkan lima pojok yakni pojok Daur Ulang dan Hidroponik untuk jenjang AT sedangkan menulis kreatif, public speaking, model dan tata busana, Informasi Teknologi (IT) dan Musik untuk jenjang AR ditambah dengan materi belajar dan pembuatan alat peraga bagi Pengasuh SMTPI.

Ketua Sub Komisi Anak dan Remaja Jemaat GPM Halong Anugerah, Popy Rahanserang mengatakan, untuk kegiatan PKA tahun ini ada dibagi dalam beberapa kelas seperti social class, Mata Hati. Dimana untuk kelas ini anak-anak belajar untuk bagaimana menyikapi berbagai fenomena yang terjadi, apakah isu-isu sosial.

“Kita berharap anak-anak ini dapat berpikir tentang apa yang terjadi di lingkungan mereka, kemidia bisa berpikir untuk mengambil keputusan terhadap masalah-masalah yang ada di lingkungan mereka,” jelas Rahanserang kepada MARINYO.COM, Rabu (3/7/2024) di lokasi PKA Halong Atas.

Dirinya juha menambahkan, untuk kelas Mata Hati, anak-anak belajar untuk merefleksikan Alkitab dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana mereka bisa mendapat kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup.

Selain itu, ada juga kelas peminatan ini, seperti public speaking, menulis kreatif, IT, model dan etika berbusana, daur ulang, hidroponik, dan musik. Untuk kelas peminatan ini kita mengajarkan anak-anak untuk bagaimana dapat menggali potensi yang ada pada diri mereka.

Masih kata Rahanserang, selain kegiatan untuk anak tanggung dan remaja, para pengasuh juga diberikan ruang tersendiri untuk mereka belajar.

“Jadi untuk pengasuh ada kelas juga bagi mereka, dimana disana pengasuh diberikan kesempatan untuk memilih metode ajar yang baik untuk mereka dan buku ajar, membuat RPP, membuat alat peraga, dan bagaimana menilai dengan menggunakan rubrik penilaian yang ada selayaknya seoranh guru,” tandas dia.

Dari kegiatan ini, Rahanserang berharap anak tanggung maupun remaja mengetahui jelas tujuan masa depan mereka seperti apa?, selain itu mereka menyadari bahwa talenta yang mereka miliki itu apa sehingga bisa dikembangkan.

Sedangkan harapan bagi rekan-rekan pengasuh adalah bagaimana dari kekurangan dan keterbatasan yang ada, mereka dapat memaksimalkan diri sehingga pada saat mengajar di SMTPI, hal itu dapat dilakukan dengan baik, karena tidak semua dari pengusuh SMTPI berlatarbelakang guru. (DAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed