Ambon, Marinyo.com- Danrem 151/ Binaiya, Brigejen TNI Arnold A.P Ritiauw, Sabtu (25/7/2020) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Pos Satgas Yonif RK 732/Banau, Desa Tomalehu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Kunker Danrem 151/Binaiya di Wilayah Pulau Seram khususnya di Kabupaten SBB guna mengecek anggotanya yang sedang melaksanakan Satgas di SBB.
Selain itu, Danrem juga melakukan silaturahmi sekaligus memperkenalkan diri kepada tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat bahwa dirinya juga adalah puteta asli Seram.

“Saya juga merupakan orang asli seram. Saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati dan tamu undangan bahwa saya tidak bisa berlama-lama disini karena saya mengejar waktu keberangkatan feri untuk segera ke Ambon karena saya terlibat ketua panitia Pelaksanaan serahterima Pak Panglima,” ujar Danrem.
Kepada seluruh masyarakat, Danrem juga menitilkan anggotanya yang sedang melaksanakan tugas di SBB.
“Kepada masyarakat yang hadir pada saat ini saya titipkan anggota saya disini tolong dibantu untuk sama-sama menjaga keamanan di wilayah ini,” ujar dia lagi.
Turut mendampingi Danrem 151/Binaiya antara lain , Kasi Log rem 151/Binaiya Kolonel Cba Agung, Kasi intel Rem 151/Binaiya Letkol Kav Hendra. F, Kasi Ren Rem 151/Binaiya Letkol Arh Bambang,
Dansatgas Yonif Raider 732/Banau Letkol Inf Suhendar S, Pasi ops Satgas Lttu Inf Adega A, Pasilog Satgas Ltd inf Moses Lekatompessy, Wadanden hub Rem 151/Binaiya Mayor Chb Fathur, Kasmin Rem Kpt Czi Agus, Dantim intel rem 151/Binaiya Kapten Inf Hendrik TH. Ulorlo.

Kehadiran Danrem 151/Binaiya beserta rombongan disambut oleh
Bupati SBB, Moh. Yasin Payapo,
Kapolres SBB AKBP Bayu Butar-Butar, Pabung 1502/masohi Mayor Inf D. Mado, Danramil 1502-08/kairatu Kapten Arm Ismail Lestaluhu, Ketua Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu Kelas II Piru, Johanis Dairo Malo SH.MH,
Kepala Kejaksaan Negeri Hunipopu Piru Kabupaten SBB, Sugih Carvallo, SH, MH dan sejumlah OPD Kabupaten SBB serta Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh Pemuda ketiga Desa yakni Desa Hualoi, Desa Tomalehu dan Desa Latu. (Mry-01)











Komentar