AMBON, MARINYO.COM– Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maluku, Edwin Adrian Huwae menegaskan bahwa polemik pindah partai oleh Ibu Widya Murad dari PDIP ke Partai Amanah Nasional (PAN) tidak perlu di respon berlebihan.
Pasalnya, langkah yang diambil itu adalah kehendak politik yang bersangkutan.
“Saya kira PDI Perjuangan tidak akan dirugikan, sepanjang partai dapat meresponnya dengan tepat,” demikian kata Huwae seperti yang dikutip dari laman facebooknya, Senin (17/4/2023) kemarin.
Mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku ini malah mengingatkan seluruh jajaran partai bahwa soliditas yang didengungkan jangan sekedar “slogan kosong” karena mengabaikan fakta bahwa pelbagai situasi konflik internal yang terjadi tidak diselesaikan secara jujur berdasar ketentuan partai yang berlaku.
Dikatakan, perjalanan sejarah PDI sampai PDI Perjuangan, baru pernah menang Pemilu di Maluku pada pemilu 2014-2019, pada saat kepemimpinan Karel Albert Ralahalu, dan pada Pemilu 2019 – 2024 pada saat kepemimpinan dirinya sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku.
Dan yang jadi pertanyaan apakah PDI Perjuangan masih bisa menang 2024..?
Olehnya itu, anggota DPRD Provinsi Maluku ini menyarankan agar relasi partai dengan partisipan dan simpatisan PDI Perjuangan mesti segera di pulihkan, aturan Partai ditegakkan dengan wibawa dan obyektif. (DAS)








Komentar