oleh

Setiap Hujan, SMAN 34 Nusalaut Selalu ‘Dikepung’ Banjir

-Daerah-721 views

NUSALAUT, MARINYO.COM- Hujan yang melanda daerah Maluku sudah hampir satu tahun ini mengakibatkan banjir dan genangan yang terjadi SMA Negeri 34 Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengan (Malteng).

Kondisi ini tentunya mengganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Pantauan wartawan di lokasi Sekolah SMAN 34 Nusalaut, Sabtu (9/10/2021) pada beberapa bagian ruangan kelas dan ruangan Kepala Sekolah (Kepsek) serta ruang OSIS masih sedikit terlihat air yang sudah menurun dari sebelumnya .

Kepada wartawan, Kepsek SMA Negeri 34 Nusalaut, Karel Silahoy Spd, MSi mengatakan, proses pekerjaan sekolah ini sejak awal tidak ada drainase air yang baik , sehingga pada saat turunnya hujan maka sekolah ini akan banjir.

“Sekolah ini berada di bawah kaki gunung, juga di belakang sekolah terdapat tumbuhan pohon sagu yang lebat, pada saat hujan lebat air yang berasal dari kaki gunung itu, langsung merembes masuk dalam lingkungan sekolah dan terjadi banjir karena tidak ada pengaman air untuk menahan banjir,” ujar Silahoy.

Silahoy juga menjelaskan, bukan saja drainase yang dibutuhkan, tetapi kekurangan sarana prasarana penunjang lainnya, seperti tenaga guru, laboratorium komputer dan ruang kelas belajar yang baru.

“Kami sangat membutuhkan uluran tangan dari Pemerintah Provinsi , dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyikapi kondisi yang kami hadapi. Kami membuhtukan sembilan ruangan kelas, yang ada sekarang ini hanya tujuh ruangan kelas dan masih kurang dua ruangan. Dan sekarang ini kita masih pakai laboratoriun IPA untuk menutupi kekurangan ruang belajar,” tutur dia, sembari menambahkan bahwa Nusalaut juga merupakan daerah yang sangat stategis yang selalu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM ) yang berkualitas di Maluku.

Silahoy juga menyampaikan bahwa sudah berulang kali hal ini disampaikan dan bahkan pihak sekolah sudah mengajukan proposal untuk segala kekurangan dan kebutuhan di SMAN 34 Nusalaut, sayangnya hal itu tidak pernah ditindaklanjuti.

Diakuinya ada bantuan dari Kabupaten Malteng untuk ruangan tetapi itu tidak ada meja dan kursi.Olehnya itu, pihak sekolah harus mempergunakan sebagian dana Bantuan Operasional sekolah (BOS) untuk pengadaan meja dan kursi, walaupun harus bertahap. Karena harus dipergunakan dana BOS 50 persen untuk membayar para tenaga honor.

“Sebagai pimpinan sekolah harus mampu mengatur dana yang ada. Bahkan terkadang banyak perjalanan dinas yang dilakukan harus mempergunakan dana pribadi. Itulah resik , karena sudah bertugas selama hampir 20 tahun di Negeri Ameth,” ujar dia. (DAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed