AMBON, MARINYO.COM- PLTU Tidore secara resmi mengumumkan peluncuran komersial coffering dengan serpihan kayu (Woodchip) (4/10/2023).
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tidore, Maluku Utara, ini merupakan tahap awal sebagai rekomendasi dari pusat penelitian dan pengembangan ketenagalistrikkan PT PLN. Proses ini dengan cara mencampurkan 5% serpihan kayu dengan batubara.
Acara penting ini disaksikan oleh Rais jojobo sebagai MSB Operasi Pembangkit Listrik PT PLN (Persero) United Induk Wilayah MMU dan juga oleh perwakilan dari PLN UPK Maluku pusat penelitian dan pengembangan PLN energi primer Indonesia PT PLN Nusantara power dan PT PJB services.
Assisten Manager Enjinering, Awal Kuriawal dalam rilisnya menjelaskan, PLTU Tidore, Maluku Utara, merupakan aset penting dalam portofolio pembangkit listrik milik PT.PLN (Persero). PLTU Tidore ini dikelola dengan dengan Andal, oleh PT PLN Nusantara Power dan dioperasikan oleh PT. PJB Service, penyedia jasa operasional, dan pemeliharaan pembangkit listrik yang profesional.
Dikatakan, Pembangkit ini menggunakan bahan bakar batu bara dengan kalor rendah, atau yang dikenal sebagai “low rank coal” dengan nilai kalor sekitar 4000 kcal/KWH.
Bahkan kata dia, di PLTU Tidore pembangkit ini mengandalkan jenis boiler stoker yang memiliki karakteristik unik termasuk fleksibilitas dalam pemilihan bahan bakar produksi abu yang minimal kemampuan merespon perubahan beban secara cepat dan kapasitas untuk membakar bahan bakar dalam jumlah besar secara bersamaan keunggulan dari boiler stocker ini menggunakan memungkinkan untuk menjelajahi potensi.
“Co – firing menggunakan biomassa mengingat ketersediaan limbah biomassa di sekitar wilayah provinsi Maluku Utara yang cukup banyak,” jelas dia sembari menambahkan,
Co-firing adalah praktik mencampurkan biomassa organik organik seperti cangkang kelapa, cangkang pala cangkang kenari cangkang sawit cangkang kemiri serpihan kayu dan berbagai jenis limbah organik lainnya dengan batubara dalam berbagai presentasi mulai dari 5% hingga 100%.
Dikatakan, saat ini PLTU Tidore telah mengadakan uji coba cofiring menggunakan beberapa jenis biomassa dalam kolaborasi dengan pusat penelitian pengembangan ketenaga listrik.
Dimana, hasil uji coba co-firing ini, menunjukkan bahwa biomassa serpihan kayu sangat cocok untuk digunakan sebagai bahan cefiring di pltdu PLTU Tidore serpihan kayu yang diuji di PLTU Tidore memiliki nilai kalor mencapai 3873,31 c kcal kg bahkan pada tingkat campuran 10% biomassa.
“Hasil uji coba menunjukkan kinerja yang optimal tanpa mengalami penurunan beban atau darah tinggi oleh karena itu dapat dipastikan bahwa PLTU Tidore dapat menghasilkan daya listrik sesuai dengan kebutuhan tanpa kendala hingga tingkat campuran 10% biomassa,” jelas dia.
Masih kata dia, saat ini PLTU Tidore masih memperoleh serpihan kayu (woodchip) dari lahan seluas 8 hektar yang dimiliki oleh PLTU itu sendiri rencananya lahan tersebut akan digunakan untuk penanaman pohon kalian ramai sebagai sumber biomassa untuk co- firing di masa depan hingga saat ini sudah ada 1500 bibit kalian rame merah yang ditanam dari total 7500 dimulai sejak bulan Mei 2023 yang lalu.
“Dengan implementasi co-firing kami berharap dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kontribusi energi terbaru atau (EBT) yang akan membantu menjaga lingkungan tetap berkelanjutan kami juga berharap dapat membangun hubungan yang berkelanjutan dengan pemasok biomassa serpihan kayu agar pasokan energi hijau Kami tetap berjalan lancar dan produktif,” harapnya. (***)











Komentar